Bom Meledak di Dua Gereja di Mesir Saat Misa, 37 Tewas, Seratusan Terluka

Polisi olah TKP gereja yang diguncang bom di Tanta, Mesir, Minggu (9/4/2017).
foto : KHALED ELFIQI/European PressPhoto Agency/bostonglobe

Polisi olah TKP gereja yang diguncang bom di Tanta, Mesir, Minggu (9/4/2017). foto : KHALED ELFIQI/European PressPhoto Agency/bostonglobe

POJOKSUMUT.com, MESIR-Bom mengguncang keheningan Perayaan Minggu Palem di Mesir, Minggu (9/4/2017). Sebanyak dua gereja yang sedang menghelat misa porak poranda akibat tragedi ini.

Bom pertama terjadi di Gereja St George’s Coptic di Kota Tanta di Delta Sungai Nil. Ledakan pertama itu setidaknya membunuh 26 orang dan melukai 70 lainnya.

Ledakan kedua terjadi di luar Gereja St Mark’s Coptic di Alexandria, dan menewaskan 11 orang dan melukai 35 orang.

Dilansir dari TV setempat, aksi kejahatan ini membunuh setidaknya dua orang. Saat ledakan terjadi, Paus Tawdros II, pemimpin Geraja Coptic, juga sedang menghadiri misa.

Kantor berita negara mengabarkan kalau paus selamat. Sekretaris paus mengatakan kalau itu adalah bom bunuh diri. Pelaku meledakkan dirinya di luar gereja. Namun, penyelidikan masih berlanjut. Di Tanta, polisi masih mencari tahu apakah bom sudah berada di dalam gereja atau bom bunuh diri.

Gubernur propinsi Tanta, Ahmad Deif, mengatakan kepada Nile News kalau itu juga belum jelas. ”Antara bom bunuh diri atau bom itu ditaruh di dalam gereja,” katanya.

Jenderal Tarek Atiya, juru bicara kementerian dalam negeri Mesir mengatakan kepada AFP kalau ledakan di Tanta terjadi di dekat altar.

Kekerasan terhadap Gereja Kristen Coptic semakin meningkat tahun-tahun belakangan ini. Terutama sejak 2013 ketika militer menendang presiden terpilih dan melancarkan serangan melawan Islam garis keras. Beberapa pendukung Presiden Mohammed Morsi yang melesat dari Muslim Brotherhood, menyalahkan Kristen karena mendukung mundurnya Morsi.

 



loading...

Feeds

Terjawab Sudah, Semua Demi Pobga

Itu diungkapkan Matic dalam wawancaranya kepada MUTV kemarin. ''Kami saling membantu satu sama lain. Saya bisa katakan, dia (Pogba) bagus …