Polri Tegaskan Politis PKS yang Dideportasi dari Turki Tak Terkait ISIS

Humas Polri, Boy Rafly Amar

Humas Polri, Boy Rafly Amar

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nadir Umar, yang dideportasi dari Turki pada Kamis (6/4/2017) lalu dan ditahan Detasemen Khusus 88 (Anti Teror) akhirnya dipulangkan ke daerahnya ke Jawa Timur, Senin (10/4/2017).

Dia juga ditegaskan tak ada kaitan dengan Negara Islam atau ISIS. Sebelumnya, anggota DPRD kabupaten Pasuruan, ini ramai diberitakan bersangkut paut dengan ISIS.

“Tidak ada persangkaan pidana. Dia hanya terkait pelanggaran visa (saat di Lebanon),” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, Senin (10/4/2017).

Sejak dideportasi dari Tukri, Nadir berada selama dua hari di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), Bambu Apus, Jakarta Timur. Dia diperiksa psikisnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan, Nadir dan rekannya aktivis dari LSM Forum Dakwah Nusantara Budi Mastur sudah dikembalikan ke keluarganya masing-masing.

Boy memastikan, keduanya tidak terbukti dalam tindak pidana terorisme.

“Informasi hari ini, mereka selesai pemeriksaan. Dan hari ini dijadwalkan dipulangkan kepada pihak keluarga,” kata Boy dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Mengenai deportasi yang dilakukan otoritas Turki, kata Boy, lantaran kedua orang tersebut menyalahgunakan visa di Lebanon.

Boy menjelaskan, di Lebanon harus menggunakan visa by application, sedangkan kedua pelaku menganggap masuk Lebanon bisa mengajukan visa on arrival.

“Oleh karenanya, saat masuk ke Lebanon ditolak, dan di Turki dilakukan deportasi,” kata dia.



loading...

Feeds