Terungkap! Polisi Sebut Alasan Ibu Minta Putrinya Dipasung, Ternyata karena Harta

Lokasi tempat korban dipasung.
foto : metrotabagsel/JPG

Lokasi tempat korban dipasung. foto : metrotabagsel/JPG

POJOKSUMUT.com, MADINA-Seorang perempuan dipasung di gubuk berada di tengah perkebunan rambutan, Kelurahan Kayujati, Kecamatan Panyabungan. Mirisnya, dia dipasung oleh keluarganya.

Pelaku pertama sebagai dukun pengobatan bernama M Yaqub Hasibuan, Minggu (9/4/2017) menuturkan, ia telah berusaha untuk mengobati korban yang disebut mengalami gangguan jiwa oleh ibu dan saudara kandungnya.

“Saya ditawari oleh ibunya untuk mengobati anaknya yang sakit jiwa. Awalnyakan itu katanya melempari orang tua,” terangnya.

Ia mengaku, hanya dibayar Rp50 ribu dengan perjanjian jika itu sukses akan ada lagi tambahan uang yang banyak dari ibu korban, Nur Aini Lubis.

Lantas, perempuan bernama Nur Halimah (38) itu diikat dengan rantai pada tangan dan kakinya, supaya tidak lari dan melawan. Padahal belakangan diketahui, perempuan dengan tiga anak itu masih waras.

Pelaku lainnya, Agus. Pria yang bekerja sebagai karyawan lubang tambang ini sebenarnya hanya memegangi korban saat dijemput dari Sinunukan atas permintaan orangtua korban.

“Saya ke sana jemput anaknya, cuma megangi doang, kan katanya gila,” kata pria yang berasal dari Jawa Barat ini.

Parahnya, menurut Abang korban, Ahmad Yani Nasution, persoalan ini pada dasarnya mengarah pada harta. Adik perempuanya itu telah menjual sebidang tanah dan satu rumah.

“Saya hanya menolong orang tua. Korban sering melempar orang tua pakai batu. Alasannya, kalau yang normal, mana sanggup melempari orang tua. Di sinilah yang salah paham itu pak. Saya kan yang paling besar, jadi ada surat yang dibuat dia (korban) harta buat dia,” ucapnya memastikan adiknya memiliki kelainan jiwa.

Dengan begitu, ibu dan dirinya membawa Nurhalimah sebagai korban ke dukun untuk diobati. Di dalam keluarga sendiri, sudah sering diajak musyawarah, namun menurutnya tidak ada tanggapan korban. “Ada seluas empat hektare kebun sawit yang jadi persoalan,” katanya menyebutkan suami korban merupakan warga Binjai.



loading...

Feeds