Ingat Bupati Mesum dengan Istri Polisi? Kini Resmi Dicopot

Farida Yeni dan Ahmad Yatenglie

Farida Yeni dan Ahmad Yatenglie

POJOKSUMUT.com, KALTIM-Karir pemerintahan Bupati Katingan, Kalimantan Timur (Kaltim), Ahmad Yantenglie, berakhir. Ya, dia akhirnya resmi dicopot. DPRD Kabupaten Katingan meyatakan bahwa Yantenglie telah melakukan perbuatan tercela, melanggar etika dan perundang-undangan.

Skandal mesum bupati dengan ASN di RSUD Mas Amsyar Kasongan yang juga istri anggota Polri itu memang sangat menyita perhatian. Berdasarkan keluarnya keputusan Mahkamah Agung (MA) RI yang mengabulkan permohonan DPRD. Yantenglie dimakzulkan atau dilengserkan dari kursi jabatannya sebagai kepala daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Katingan Ignatius Mantir L Nussa menjelaskan, rapat paripurna istimewa tak ubahnya sekadar memenuhi ketentuan saja. Nasib bupati di tangan gubernur dan Mendagri. Karena, secara DPRD menyurati Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, mengusulkan kepada Mendagri berdasarkan keputusan MA yang telah mengabulkan keputusan DPRD tersebut.

“Untuk surat saya lihat kesiapannya dulu. Kalau tidak sore ini (kemarin, red), besok (hari ini) kita serahkan ke gubernur. Lalu dari gubernur akan diserahkan lagi ke Mendagri dan kita kemungkinan akan mendampingi,” jelas Mantir kepada sejumlah wartawan usai memimpin rapat paripurna istimewa, Senin (10/4/2017).

Disinggung nanti Mendagri akan mengeluarkan SK pemberhentian bupati Katingan atau tidak, politisi PDI Perjuangan ini meyakini Mendagri akan mengeluarkan keputusan Ahmad Yantenglie dari jabatannya sebagai kepala daerah. “Berdasarkan undang-undang itu wajib dan tidak ada ampunnya lagi,” tegasnya.

Rapat paripurna istimewa penyampaian hasil keputusan MA nomor 02 P / KHS/ 2017, dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Katingan Ignatius Mantir L Nussa, dihadiri Wakil Bupati Katingan Sakariyas. Keputusan MA dibacakan secara bergantian oleh beberapa orang anggota DPRD.

Rapat dihadiri 18 orang anggota DPRD termasuk unsur pimpinan, juga dihadiri tokoh masyarakat, Kapolres Katingan AKBP Ivan Adityas Nugraha SIK, serta perwakilan dari masing-masing OPD dan pihak terkait lainya.

Pantauan di sekitar ruang rapat, selama proses paripurna berlangsung sekira pukul 10.00 wib sampai sekitar pukul 11 lewat itu, memang berlangsung dengan lancar dan tertib. Namun, di luar Kantor DPRD diwarnai aksi sekelompok massa pro Yantenglie yang berjumlah sekitar kurang lebih 60 orang.

Kedatangan massa menggelar aksi tanpa izin Polisi itu, langsung dikawal petugas kepolisian yang memang siaga sejak awal. Dua pagar pintu ke luar dan pintu masuk, langsung ditutup petugas. Seluruh massa tidak diperbolehkan masuk menemui anggota DPRD Kabupaten Katingan. Massa meminta supaya Bupati Katingan Ahmad Yantenglie tidak diberhentikan dan harus menyelesaikan sisa masa baktinya hingga 2018 mendatang.



loading...

Feeds