Kisah 17 Ular Besar di Sungai Mahakam, Sisiknya Sebesar Piring (1)

ARUS MAHAKAM: Di perairan Muara Tebak, Kecamatan Long Hubung inilah kerap terlihat ular berukuran sangat besar. (RUDY/Kaltim Post/JPG)

ARUS MAHAKAM: Di perairan Muara Tebak, Kecamatan Long Hubung inilah kerap terlihat ular berukuran sangat besar. (RUDY/Kaltim Post/JPG)

POJOKSUMUT.com, PULAU Kalimantan sering kali disebut memiliki rahasia tentang keberadaan ular raksasa. Bahkan dalam salah satu film Anaconda pernah menjadikan Pulau yang akrab disapa Boneo ini sebagai tempat syuting. Nah, satu lokasi yang juga diduga kuat menyimpan cerita tentang hewan melata raksasa itu adalah Sungai Mahakam.

Menurut keterangan, terdapat ular raksasa di sungai terbesar yang membelah sisi timur Pulau Kalimantan ini. Hal tersebut disampaikan sejumlah warga yang mengaku pernah melihat sosoknya selama beberapa tahun terakhir.

Bahkan bukan hanya pengakuan sejumlah warga, keberadaan ular besar itu dikuatkan hasil identifikasi tim Belanda saat melakukan pencarian jenazah turis asal negara tersebut pada 2008 lalu. Tim dari Belanda itu menyebutkan ada 17 ular besar di Sungai Mahakam tepatnya di hulu riam, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Sopian, motoris speedboat jurusan Kutai Barat (Kubar)-Mahulu sewaktu membawa rombongan Kodim 0912/Kubar menghadiri pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 di Kecamatan Long Bagun, Mahulu, Rabu (5/4/2017), menceritakan pada 2008 terjadi kecelakaan speedboat tujuan Long Apari ke Long Bagun. Beberapa penumpang hilang termasuk turis asal Belanda. Tim identifikasi Belanda datang melakukan pencarian ke lokasi hilangnya warga negara mereka.

“Waktu itu speedboat saya di-carter selama sebulan. Sesuai kesepakatan, biayanya Rp1 juta per hari. Sudah ditanggung makan dan uang rokok,” kenang Sopian.

Selama pencarian, tim asal Belanda sangat terkejut. Dari alat yang digunakan dengan sistem digital berupa laptop dan alat yang ditenggelamkan ke dasar riam di Mahulu, ditemukan tak kurang 17 ekor ular berukuran sangat besar. “Jenazah korban yang dicari tidak ditemukan. Namun, setelah melihat ular besar dimaksud, akhirnya tim Belanda menghentikan pencarian,” terangnya.

Penemuan tim dimaksud semakin menguatkan pengakuan warga melihat ular besar. Ular besar itu biasanya muncul di beberapa titik Sungai Mahakam. Akhir 2016 lalu, Sopian mengaku melihat sendiri. Kala itu, dia mengantar warga Mahulu. Dari pelabuhan Kecamatan Tering, Kubar, speedboat berangkat pukul 02.00 dini hari. Setibanya di Muara Tebak, Kecamatan Long Hubung, Mahulu tiba-tiba cahaya bulan meredup.

“Saat itu, saya berhenti di tengah Sungai Mahakam. Kemudian ke haluan memperbaiki posisi lampu sorot. Saya terkejut karena sekitar 30 meter di depan tampak ular sebesar drum melintang di Sungai Mahakam. Warnanya hitam dan memiliki sisik sebesar piring,” cerita Sopian.

Dengan rasa takut, speedboat berbalik arah kembali ke Kecamatan Long Iram. “Setelah menjauh dari lokasi ular besar itu muncul, saya dan penumpang sepakat tidak melanjutkan perjalanan. Kami memilih berhenti di pinggir Mahakam dan melanjutkan perjalanan setelah pagi tiba,” sebutnya.

Penampakan ular besar itu juga diakui Susi, penumpang speedboat yang melakukan perjalanan siang hari dari Mahulu ke Kubar, dua tahun lalu. Dia mengaku sangat terkejut melihat ular besar seperti berdiri di atas permukaan air dengan tinggi sekitar empat meter.



loading...

Feeds

Terjawab Sudah, Semua Demi Pobga

Itu diungkapkan Matic dalam wawancaranya kepada MUTV kemarin. ''Kami saling membantu satu sama lain. Saya bisa katakan, dia (Pogba) bagus …