Panitia OSN SMA Tingkat Medan Diminta Umumkan Hasil ke Media

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Hasil pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA Tingkat Kota Medan tahun 2017, yang telah diumumkan pada 2 April lalu ternyata dinilai tidak transparan. Sebab, kompetisi yang sempat diulang pelaksanaannya itu hasilnya diumumkan melalui email.

Oleh karena itu, panitia penyelenggara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Medan diminta mengumumkan ke media.

“Kenapa harus lewat email? Semestinya panitia mengumumkan dengan memanggil peserta atau bisa juga ke media. Sebab, kalau ke email saja peserta tidak mengetahui. Tapi, kalau ke media tentu secara luas yang tahu,” ungkap Koordinator Forum Guru Pembina dan Pelatih OSN Sumut, Sofyanto, Selasa (11/4/2017).

Menurut dia, tak hanya sekadar mengetahui siapa saja peserta yang lolos OSN SMA ke tingkat provinsi, mengumumkan secara luas juga bersifat informatif. Karena, akan tahu bagaimana sistem penilaian panitia yang dilakukan seperti apa.

“Kalau memang sibuk dengan pelaksanaan UN (ujian nasional), seharusnya panitia memposisikan orang atau staf yang benar-benar fokus. Sehingga, pelaksanaan OSN tidak terbengkalai seperti ini jadinya,” cetus Sofyanto.

Diutarakan dia, meski hasilnya telah diumumkan via email tetapi pihaknya belum menerima sampai saat ini. Untuk itu, ia akan memastikan lagi apakah benar-benar sudah dipublikasikan melalui surat elektronik.

Sementara, Ketua MKKS Kota Medan, Hj Safrimi mengakui bahwa pihak panitia memang tidak terfokus dalam pelaksanaan olimpiade siswa SMA tingkat Medan tersebut. Lantaran, sibuk terkonsentrasi dengan persiapan pelaksanaan UN.

“Jujur aja, kami (panitia) tidak terpikir lagi ke OSN karena pelaksanaan UN. Makanya, hari ini (kemarin, red) kami mengirim lagi hasilnya,” ujar Safrimi.

Dia mengaku, sebenarnya hasil dari kompetisi tersebut sudah bisa diumumkan pada hari pelaksanaan pada 31 Maret. Namun, dikarenakan harus berkumpul untuk musyawarah sehingga tertunda.

Disinggung mengenai biaya keberatan para peserta yang dibebankan biaya Rp100.000 lantaran pelaksanaan sebelumnya tidak ada dipungut sepeser pun, Safrimi kebingungan memberi penjelasan. Dia berdalih, biaya tersebut dipungut karena salah asumsi panitia. Oleh karena itu, kedepannya biaya Rp100.000 tersebut tidak lagi akan dipungut dan memang aturannya seperti itu.

Sebagaimana diketahui, OSN SMA Tingkat Kota Medan dilaksanakan pada 14 Maret lalu. Namun, lantaran menyalahi prosedur dan diprotes, maka pelaksanaannya diulang pada 31 Maret. Namun, setelah pelaksanaan diulang ternyata hasilnya belum diumumkan. Padahal, para peserta olimpiade siswa itu telah menunggu hasilnya seperti apa.

“Pada pelaksanaan OSN 31 Maret lalu, seharusnya bisa diumumkan siapa saja yang keluar sebagai pemenang. Karena, anak-anak atau sekolah yang menjadi peserta sangat menunggu hasilnya seperti apa,” ujar Sofyanto.

Ia mengaku, pihaknya tidak tahu kenapa bisa lama hasilnya diumumkan. Selain itu, pihak panitia juga tidak transparan.

“Kalau daerah lain langsung diumumkan dan hasil diketahui siapa yang menang, sedangkan di Medan tidak. Saya menilai, MKKS atau panitia penyelenggara tidak paham dengan mekanisme pelaksanaan OSN seperti apa. Bahkan, mereka juga tidak mau berbagi pandangan kepada yang memahami. Padahal, kami bisa memfasilitasi kepada sekolah yang menjadi peserta untuk menjelaskan mekanisme OSN yang benar seperti apa. Jadi, tidak ada transparansi untuk hasilnya. Selama ini memang juga begitu dan sekarang terjadi juka seperti itu,” ungkap Sofyanto.



loading...

Feeds