Pria Ini Ikhlas Sumbangkan Bola Matanya Jika Novel Baswedan Mengalami Kebutaan

Penyidik KPK Novel Baswedan 
Foto : imam husein/jawa pos)

Penyidik KPK Novel Baswedan Foto : imam husein/jawa pos)

POJOKSUMUT.com, KASUS penyiraman air keras ke penyidik KPK, Novel Baswedan menjadi perhatian publik. Namun, siapa sangka ada seseorang yang rela menyumbangkan mata untuk Novel jika, kemungkinan terburuk tak bisa lagi melihat.

Mantap jiwa! Penggalan kalimat yang sedang tenar itu mungkin dapat disandang Asmuni (44).

Di tengah kabar penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan, nama warga Jl. Saleh Raya Kesuma Yudha, Kelurahan Sukarame 2, Telukbetung Barat (TbB), Bandarlampung ini mendadak menjadi perbincangan.

Ya, mendengar kabar isiden penyiraman Novel bisa menyebabkan kebutaan, Asmuni tergugah untuk menjadi pendonor mata. Niatan itu dia sampaikan melaui akun facebook pribadinya Selasa (11/4/2017), pukul 17.54 WIB.

“Bismillah! Jika sampai Novel Baswedan mengalami kebutaan, mohon bantu saya agar saya dapat mendonorkan sebelah bola mata saya untuk beliau,” tulis Asmuni dalam facebook kepunyaannya. ’’Mohon bantu saya menyampaikan hal ini kepada beliau (Novel Baswedan, red.) jika dibutuhkan. 100 persen gratis!” ketik Asmuni berikutnya.

Hingga pukul 22.00 Wib semalam, sedikitnya ketikan tersebut telah mendapat 421 like dan 46 komentar yang saling bersahutan. Kesemua sahutan dari status yang telah dibagikan oleh 81 orang itu bernada dukungan dan apresiasi untuk Asmuni.

’’Sesungguhnya orang yang ikhlas karena Allah, akan mendapatkan balasan dari sisi Allah SWT, walau baru niat. Semoga pak Asmuni selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Kita doakan pak Novel Baswedan sehat dan pulih kembali. Amiiiiiin…,” tulis Zulkarnain Koto dalam kolom komentar.

’’Subhanallah mas. Barakallahu laka ya akhi,” susul akun Enzo Mirza Pahlevi di baris komentar berikutnya.



loading...

Feeds

Tak Terasa Padi Sudah 20 Tahun

Namun semua itu gagal. ’’Jalannya memang harus vakum, bukan mencari personil lain sebagai pengganti, atau bahkan bubar,’’ paparnya.