WN Malaysia Pakai Kaos Berlambang Palu Arit di Indonesia, Belinya di Rusia

Polisi menunjukkan kaos berlambang palu arit yang dikenakan WN Malaysia saat sarapan di Hotel di NTB.
foto : lombokpost/JPG

Polisi menunjukkan kaos berlambang palu arit yang dikenakan WN Malaysia saat sarapan di Hotel di NTB. foto : lombokpost/JPG

POJOKSUMUT.com, SELAMA ini kasus kaos berlambang palu arit di Tanah Air selalu melibatkan warga negara Indonesia. Namun, apa jadinya jika ada seorang warga negara asing (WNA) dengan santai mengenakannya di tempat umum.

Nah, inilah yang dilakukan WNA asal Malaysia, Mohd Tarmizi. Alhasil, diapun ditangkap saat sedang berada di salah satu hotel di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pasalnya, sekira pukul 09.30 Wita, kemarin (12/4/2017), Tarmizi mengenakan kaus hitam berlogo palu arit saat sarapan di hotel.

Kaus yang dikenakannya rupanya memancing kecurigaan sekuriti hotel.

Mereka lantas melaporkan temuan itu kepada Bhabinkamtibmas dan piket POM TNI AU.

Tak berselang lama, anggota intel Lanud AU bersama aparat kepolisian mengamankan Tarmizi.

Pria 50 tahun ini lantas dibawa ke Polsek Mataram bersama rekannya yang juga dari Malaysia, yakni Afazanizam, untuk diinterogasi.

Menurut keterangan polisi, yang bersangkutan telah dua hari menginap di Lombok.

Dia tiba di Lombok sejak Senin (10/4) dan langsung memutuskan untuk menginap di sebuah hotel di Jalan Jendral Sudirman, Mataram.
Rencananya Tarmizi dan Afazanizam akan berada di Lombok selama empat hari.

Sebelum membawa Tarmizi ke kantor polisi, petugas sempat melakukan penggeledahan di kamarnya.

Namun tidak ada barang bukti lain yang didapatkan petugas. Mereka hanya mengamankan satu kaus berlogo palu arit yang dikenakan Tarmizi.

”Sempat dilakukan pemeriksaan, tapi tidak ada atribut yang berlambang palu arit,” kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin.

Hasil interogasi sementara, kepada polisi Tarmizi mengatakan tak mengetahui jika baju dengan gambar mirip logo Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut tak diperbolehkan di Indonesia.

Sebab menurutnya, di Malaysia, setiap orang bebas untuk mengenakan atribut palu arit.

”Dia tidak tahu, bajunya sendiri itu dibeli di Rusia pas dia berkunjung ke sana,” bebernya.

Terkait dengan kedatangannya ke Lombok, yang bersangkutan ternyata dalam rangka pekerjaan. Rencananya dia akan mengunjungi seseorang untuk mengurus surat tenaga kerja.



loading...

Feeds