Air Keras yang Disiram ke Wajah Novel Baswedan Bisa Lubangi Kayu

Penyidik KPK Novel Baswedan 
Foto : imam husein/jawa pos)

Penyidik KPK Novel Baswedan Foto : imam husein/jawa pos)

POJOKSUMUT.com, JAKARTA – Hingga kemarin polisi belum berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Empat kali penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) belum cukup untuk mengungkap pelaku di balik insiden yang menuai banyak kecaman itu.

”Kami mengintai siapa saja yang sering datang di sana. Mencari keganjilan-keganjilan yang ada di lokasi itu. Apakah ada orang yang mencurigakan.”

“Seperti orang yang salat dari warga lain, yang tidak lazim berada di lokasi itu,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, kemarin (13/4).

Sebanyak 16 saksi telah diperiksa. Mereka terdiri atas pihak keluarga dan warga setempat.

Dalam pemeriksaan tersebut diketahui dua minggu lalu ada orang tidak dikenal berkeliling di seputaran kediaman Novel.

Meski begitu, Iriawan belum bisa memastikan pelaku dibayar seseorang untuk melancarkan aksi biadab kepada Novel.

”Dugaan ada. Tapi kami belum bisa memastikan kebenarnya. Soalnya kan pelakunya belum tertangkap. Tapi pasti kalau ada yang melakukan pasti ada yang menyuruh.”

“Ciri-ciri pelaku belum diketahui, dan saya tidak mau berandai-andai,” ujar periwira tinggi Polri dengan dua bintang di pundak itu.

Berkaitan dengan pemerikasaan air keras yang menyebabkan wajah Novel terluka, Polda Metro Jaya memastikan cairan tersebut asam sulfat.

Pihaknya, sambung Iriawan, sedang menyelidik penjual zat kimia itu. Bukan hanya mencari lokasi penjual. Mereka juga mencari tahu siapa saja pembeli zat kimia tersebut beberapa waktu belakangan.

”Proses penyelidikan masih dilakukan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan TNI dalam pengungkapan kasus tersebut,” paparnya.

Asam sulfat merupakan cairan berbahaya. Termasuk salah satu jenis air keras dengan sifat korosif paling tinggi.

Jangankan kulit, kayu dan besi pun rusak apabila terpapar cairan tersebut.

Kepala BPOM DKI Dewi Prawitasari menyebutkan, besi yang terpapar asam sulfat pasti berkarat.

Sedangkan kayu akan berlubang meski tidak terbakar. ”Kalau kena mata merusak area (membran) mukosa. Kemudian kornea mata,” kata perempuan yang akrab dipanggil Dewi itu.

Efek paparan asam sulfat bergantung tingkat konsentrasi cairan tersebut. Semakin tinggi, semakin merusak.

”Dalam hitungan detik dapat melelehkan kulit, lemak, otot, dan kadang tulang,” jelas Dewi.

(jpg/sdf)



loading...

Feeds