Masyarakat Sadar Bahaya Diabetes, tapi Susah Menjaga Mulut

 
POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kendati sudah begitu banyak edukasi yang diberikan baik oleh kalangan medis maupun nonmedis mengenai bahaya penyakit diabetes melitus (DM), namun masih saja banyak masyarakat yang cenderung mengabaikannya.
Prof dr Darwin Dalimunthe PhD, menyampaikan, meski secara umum masyarakat sudah sadar akan bahaya penyakit ini, tetapi tetap saja banyak yang enggan untuk menjaga pola makannya.
“Masyarakat sudah tahu DM tipe II itu berbahaya. Tetapi, banyak yang tidak bisa menjaga mulut dan mengendalikan nafsu makannya. Gaya hidup saat ini memang sangat mempengaruhi kondisi tersebut,” ujar Prof dr Darwin ketika berada di Medan baru-baru ini.
Menurut Darwin, sangat sulit mendidik masyarakat dalam menjaga mulut karena banyak sekali makan di luar kebutuhan. Padahal ia menuturkan, faktor obesitas (kegemukan) karena makan berlebihan (over eating) menyumbang 60%-70% penyebab DM tipe II.
“Kondisi ini umumnya terjadi di negara-negara maju dan berkembang,” sebutnya.
Di Indonesia sendiri, jelas dia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sebanyak 5,7% dari total jumlah penduduk menderita diabetes.
Trennya meningkat setiap tahun, tetapi masih banyak masyarakat yang belum sadar gaya hidup tidak sehat sangat mungkin menyebabkan DM tipe II. “Kalau di Medan, masyarakat yang menderita diabetes berjumlah kira-kira 1,7 persen dari total penduduk. Sekarang di Indonesia sangat banyak orang gemuk,” jelasnya.
Pada tahun 2030, International Diabetes Federation (IDF) memprediksikan terdapat 398 juta penduduk dunia mengalami prediabetes. Ia mengatakan, prediabetes adalah istilah tahap penanda awal penyakit DM tipe II, kondisi ini terjadi ketika level gula darah melebihi batas normal namun belum terlalu tinggi untuk dikategorikan DM tipe II.

“Penderita prediabetes berisiko lebih besar terserang DM tipe II. Kondisi ini bisa dijadikan pengingat untuk segera berubah ke arah pola hidup lebih baik,” ujarnya.



loading...

Feeds