PTPN III Gandeng LPP Medan Benchmarking ke Malaysia

PTPN III saat di Malaysia

PTPN III saat di Malaysia

POJOKSUMUT.com, MEDAN– PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan menyelenggarakan Program Benchmarking ke Perusahaan Perkebunan dan Industri Hilir di Negara Malaysia.

Program dilaksanakan pada tanggal 4 s.d. 7 April 2017 diikuti oleh sebanyak 10 orang karyawan pimpinan yang terdiri dari 6 orang setingkat Kepala Bagian/Manajer dan 4 orang setingkat Kepala Urusan/Profesional.

Yang menjadi object benchmark adalah Malaysia Palm Oil Council (MPOC), Palm Oil Downstream Industries Souvereign Innovation Sdn.Bhd, Sime Darby Plantations, Sdn.Bhd Carey Island Estate, Jomalina Refinery Sime Darby Product, dan Kuala Lumpur Kepong (KLK) Plantation, Sdn.Bhd Changkat Asa Estate Tanjung Malim.

Tujuan utama program adalah memberikan penghargaan atas prestasi dan kinerja yang telah dicapai para karyawan pimpinan.

Dan upaya BDP (Belajar Dari Pengalaman)  keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai perusahaan-perusahaan perkebunan di Malaysia.

Terutama dalam membangun industri hilir berbahan baku minyak sawit/CPO (Crude Palm Oil) dan mengembangkan teknologi tepat guna untuk bidang perkelapasawitan.

Dr. G.Vadamalay Guru Besar Universiti Malaysia, dan Drs. Agus Deni Sukanda, M.Si Dosen LPP sebagai Pendamping dan Pimpinan Rombongan kegiatan benchmarking berpendapat program benchmarking kali ini dapat berjalan lancar dan berhasil guna.

Dengan salah satu indikator adalah object-object kunjungan sangat “welcome” dengan visitor dari PTPN III dan seluruh peserta antusias dalam berdiskusi membahas tentang kebun, PKS, dan pengolahan kelapa sawit.

Yang diperkuat dengan fokus pembahasan industri hilir berbahan baku minyak sawit disertai dengan kajian (research), pemasaran, manajemen dan pengembangan by product.

Ada satu hal nilai unggul dari Negara Malaysia di bidang perkelapasawitan yang belum banyak terlihat di negara-negara lain.

Yaitu para pemangku kepentingan/stakeholders memiliki komitmen tinggi untuk mengembangkan industri hilir, melindungi perusahaan-perusahaan perkebunan (law of enforcement).

Dan gencar melakukan promosi minyak sawit ke berbagai penjuru dunia untuk membangun net work, sehingga tidak heran jika Negara Malaysia dengan bargaining position yang kuat mampu menentukan “Harga Minyak Sawit Dunia”.

(rel/sdf/pojoksumut)



loading...

Feeds