Usut Guru yang Suruh Siswinya Jual Diri

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, Federasi Serikat Guru Indonesia ‎(FSGI) menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang terus terjadi di dunia pendidikan.

FSGI menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik, mental maupun verbal di pendidikan dengan tujuan dan alasan apa pun.

“Mendisiplinkan anak tidak harus dengan kekerasan. Bersikap Tegas tidak harus keras dan kasar,” kata Sekjen FSGI Retno Listyarti di Jakarta, Jumat (14/4).

Sekolah seharusnya melakukan teguran dan memanggil orang tua bila ada siswa menunggak bayaran, karena itu tanggung jawab orang tua.”

“Tanggung jawab anak adalah belajar dengan giat.

“Apa yang dilakukan oknum guru KS adalah bentuk kekerasan terhadap anak. Jika berpegang pada cerita anak maka diduga kuat oknum guru KS kerap melakukan kekerasan verbal.”

“Sampai urusan bayaran iuran yang menjadi tanggung jawab orang tua pun, anak menjadi korban,” terangnya.

Karena itu FSGI mendesak pengusutan terhadap dugaan kekerasan oknum guru KS terhadap kelima siswa SY, IG, PNMM, KS dan SA.

Di mana KS menyuruh kelima siswanya jual diri agar bisa bayar iuran PU. Bila terbukti, KS bisa dikenakan hukuman sesuai dengan pasal 76 A dan pasal 80 Undang Undang No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

(esy/jpnn/sdf)‎



loading...

Feeds

SAH! Besok Kita Lebaran

Menurutnya, hilal terlihat di pada sudut ketinggian 3,88 derajat dengan umur bulan 8 jam 15 menit dan 24 detik. Hal …