Mensos : Kalau Keluarganya Mengizinkan, Saya Mau Mengasuh Kinara

Kinara saat dikunjungi Mensos di RSUP HAM, beberapa hari lalu. Kinara sudah dipindahkan ke RS Bhayangkara, Selasa  (18/4/2017) siang.

Kinara saat dikunjungi Mensos di RSUP HAM, beberapa hari lalu. Kinara sudah dipindahkan ke RS Bhayangkara, Selasa (18/4/2017) siang.

POJOKSUMUT.com, MEDAN—Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Kinara, balita yang selamat dari pembunuhan di Mabar, kemarin (15/4/2017) di ruang rawat inap anak VIP, Rindu B Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Mensos tiba di RSUPH Adam Malik sekira pukul 18.00 WIB.  Ia membawa tas yang berisi beberapa mainan untuk Kinara. Cukup lama Khofifah berada di ruangan nomor B3.29 sekira setengah jam.

Sementara, puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik tidak dibolehkan masuk ke ruangan karena menjaga psikis Kinara. Tapi, dari luar ruangan terdengan Mensos mengajak Kinara mengobrol dengan pelan. Usai menjenguk Kinara, Mensos mengatakan, saat ini Kinara sudah semakin membaik.

“Saya rasa fungsi-fungsi motoriknya sangat bagus. Tadi, dia menggerakkan mainan-mainan yang saya bawa. Kebetulan tadi dia duduk dan cukup lama. Saya membawa mainan yang dia pesan. Sebelumnya tim Kemensos saya mintakan untuk bertanya, Kinara mau mainan apa. Dia minta boneka kecil, alat masak-masakan dan pesawat berwarna putih. Alhamdulilah, apa yang dia minta dapat. Saya juga membawa buku dongeng, tas dan lainnya. Saya juga dapat senyuman dari Kinara,” kata Khofifah.

Khofifah juga menyebutkan, ia sempat menyampaikan kepada keluarga yang menjaga Kinara di rumah sakit, bahwa anak keduanya ingin mengasuh Kinara.

“Saya sempat tawarkan kepada keluarganya yang menunggu Kinara, anak saya yang nomor dua ingin mengasuh Kinara. Anak saya beberapa kali mengingatkan kepada saya, karena anak saya itulah yang memberikan informasi kepada saya. Katanya, kalau keluarganya mengizinkan saya mau mengasuh Kinara. Memang usianya masih 22 tahun, tapi sebegitulah iba dan kasih sayangnya kepada Kinara,” ungkapnya.

Khofifah menekankan, Kinara harus benar-benar mendapatkan perawatan yang maksimal, agar ia benar-benar pulih, baik secara medis maupun psikisnya.

“Itu yang saya tekankan. Harus ada terapi khusus yang diterapkan dan konselor setiap hari, karena saya ingin Kinara benar-benar pulih baik secara fisik dan psikisnya. Tim konselor dari kemensos ada dua dari Medan disiapkan. Tadi, kata dokter Kinara sudah boleh pulang tiga sampai lima hari. Tapi, kita kuatir traumanya akan muncul lagi ketika ia melihat isi rumahnya, melihat jendela, kursi dan lainnya. Untuk itu, dari rumah sakit akan dikodinasi kembali dimana Kinara menjalani terapi khusus, yang jelas harus tetap dalam pengawasan penguasaan keluarga induk,” jelasnya.

Disinggung mengenai masa depan Kinara, Khofifah mengatakan, hal itu bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dan instistusi terkait, dalam hal ini kementerian pendidikan. Sedangkan, institusi lain semuanya punya kewajiban mensupportnya.

“Yang jelas, tadi saya sudah menyampaikan, kedepannya harus tetap dapatkan perlindungan, pengasuhan dan pengawasan yang baik, terutama
dari Pemko,” ujarnya.

“Peristiwa ini sangat memprihatinkan, kekerasan ini muncul banyak sekali yang diikuti kekerasan, ini tindakan sadisme, siapapun pasti menolak. Oleh karena itu, pola hidup yang harmoni dan penuh kasih sayang harus dilakukan dikeluarga, dilingkungan harus diterapkan saling menghormati dan saling memberikan kasih sayang. Jangan diberi kesempatan untuk membully sekecil apapun. Apakah secara langsung, lewat WA, meme dan lainnya,” tegasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds