Terungkap dari CCTV, Ternyata Kepala Toko Otak Rekayasa Perampokan di Indomaret

Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri saat paparan kasus rekayasa kasus pencurian di Indomaret, Kampung Lalang, Minggu (16/4/2017)

Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri saat paparan kasus rekayasa kasus pencurian di Indomaret, Kampung Lalang, Minggu (16/4/2017)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Aparat Polsek Sunggal berhasil membongkar kasus rekayasa pencurian kepala toko Indomaret Jalan TB Simatupang, Kelurahan Lalang, Medan Sunggal yang terjadi Senin (10/4/2017).

Ini setelah proses penyelidikan dengan melihat rekaman Closed Circuit Television (CCT). Ternyata, tak disangka, otak perampokan ini adalah kepala toko bernama Arya Ramadhan (28) warga Jalan Perintis Kemerdekaan dan dua orang rekannya Joseph sibarani (31) warga Jalan Sri Gunting dan Jihan Anggara (20) warga Jalan Pinang Baris. Ketiganyapun langsung diringkus polisi.

Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri mengatakan awalnya pihaknya menerima laporan perampokan Indomaret tersebut pada Senin (10/4/2017) lalu dari Arya si Kepala Toko. Saat itu ia yang sedang bertugas bersama rekannya Yulia Marbun mengaku dirampok sekira pukul 22.30 WIB oleh dua orang pelaku. Modusnya, lampu toko mereka padam sehingga ia melakukan pengecekan sekring.

“Saat itu seorang pelaku langsung menodongnya menggunakan pisau dan meminta uang. Arya sendiri langsung masuk ke dalam dan mengeluarkan uang dari brankas senilai Rp20,3 juta,” kata Kompol Daniel didampingi Kanit Reskrim Iptu Nur Istiono dan Panit Iptu Martua Manik, Minggu (16/4/2017).

Daiel menjelaskan, pasca menerima laporan tersebut mereka melakukan pengecekan CCTV dan berhasil mengidentifikasi pelaku. Petugas kemudian bergerak cepat dan menangkap Joseph di Belawan dan Jihan di kawasan Kampung Lalang. Johan bahkan terpaksa ditembak pada bagian kaki karena melawan petugas.

“Keduanya kita tangkap dini hari tadi,” ujarnya.

Setelah menangkap keduanya, petugas melakukan pengembangan. Hasilnya, kedua pelaku mengaku bahwa perampokan tersebut merupakan rekayasa dari Arya yang langsung ditangkap oleh petugas.

Arya sendiri mengakui, ia sengaja merekayasa perampokan tersebut karena terdesak kebutuhan untuk membayar pinjamannya. Selama ini ia melakukan peminjaman uang pada gerai Indomaret tempatnya bekerja sebesar Rp11 juta.

“Untuk mengembalikan uang itulah makanya aku merampok gerai tempatku bekerja,” sebutnya.

Dalam kasus ini petugas menyita sejumlah barang bukti seperti Sepeda Motor jenis Yamaha Mio 125 serta uang hasil rampokan. (rgu/RMOL/jpg/nin)



loading...

Feeds

Tak Terasa Padi Sudah 20 Tahun

Namun semua itu gagal. ’’Jalannya memang harus vakum, bukan mencari personil lain sebagai pengganti, atau bahkan bubar,’’ paparnya.