Keluarga Korban di Mabar Tegaskan Pengakuan Andi Lala Bohong

Para tersangka Andi Lala dan komplotannya termasuk istrinya saat ditunjukkan ke media, Senin (17/4/2017) di Mapolda Sumut.
foto : instagram Polda Sumut

Para tersangka Andi Lala dan komplotannya termasuk istrinya saat ditunjukkan ke media, Senin (17/4/2017) di Mapolda Sumut. foto : instagram Polda Sumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pengakuan Andi Lala, otak pelaku pembunuhan sadis di Mabar lantaran dipicu utang sabu dibantah keras oleh keluarga. Kalimat tersangka ini memang disampaikan polisi di Polda Sumut, Senin (17/4/2017) setelah pemeriksaan terhadap pria sadis ini pascaditangkap di Riau sejak Sabtu (15/4/2017).

Keluarga korban yaitu ayah Riyanto, Wagiman, menegaskan selama ini anaknya dikenal baik dan tak pernah mengenal narkoba.

Menurutnya, apa yang disampaikan Andi Lala sangat menyakiti hati keluarga besarnya. Mengingat, nyawa anak kebanggaannya melayang dengan brutal kini nama baik anaknya pun dirusak oleh pelaku.

“Tidak mungkin anak saya pakai sabu, tidak benar apa yang dikatakan Andi Lala,” kata Wagiman di rumah duka kepada wartawan, Senin (17/4/2017).

Disebutkannya, ‎selama ini, keseharian Ryanto tak pernah bergaul dengan orang-orang yang berhubungan narkoba maupun orang sembarangan.

“Anak saya itu selalu di rumah, kalau keluar rumah si Ryanto selalu menghabiskan waktunya bersama anak istri,” tegas Wagiman.

Dia memastikan, Ryanto tak pernah menyentuh narkoba. Ini seiring dengan dari kebiasaan putranya yang tidak pernah merokok dan meminum-minuman keras.

“Saya yakin seratus persen, anak saya tidak nyabu. Keterangan Andi Lala bohong,” cetus Wagiman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Andi Lala dan bersama komplotannya membunuh Riyanto, istrinya, dua anaknya serta mertua perempuannya. Sedangkan, anak bungsunya Kinara masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan.

Hampir sepekan melarikan diri, Andi Lala diringkus di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, Sabtu (15/4/2017). Dia ditangkap dan dihadiahi dua timah panas di kedua kakinya karena melawan.

Proses pemeriksaan selama dua malam, Andi mengaku ke petugas bahwa motifnya membunuh Riyanto dan keluarga lantaran korban disebutnya memiliki utang sabu senilai Rp5 juta. Namun, pengakuan Andi belum tentu jujur, mengingat polisi menyebutnya masih mengutarakan keterangan berubah-ubah. (fir/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds