Lagi-lagi United Airlines! Paksa Penumpang Keluar dari Pesawat

Pasangan calon pengantin yang diusir dari pesawat United Airlines. 
foto : dailymail

Pasangan calon pengantin yang diusir dari pesawat United Airlines. foto : dailymail

POJOKSUMUT.com, KEJADIAN menghebohkan kembali datang dari maskapai United Airlines. Setelah insiden mengusir penumpang dengan kekerasan, United kembali mengulangi kasus yang sama. Kali ini terjadi pada calon pengantin yang hendak pergi ke Costa Rica.

Michael Hohl dan tunangannya Amber Maxwell mengalami kejadian itu pada Sabtu (15/4) waktu setempat. Dikisahkan Hohl, mereka akan ke Costa Rica untuk menikah. Namun, saat berada di atas pesawat yang akan membawa mereka dari Houston, Texas, United memaksa keduanya untuk keluar pesawat. United bahkan menggunakan marshal federal untuk memastikan keduanya keluar dari pesawat.

Dalam pernyataan yang dirilis United, mereka tidak meminta bantuan marshal federal untuk meminta penumpang keluar. Disebutkan United, pasangan tersebut bersikeras duduk di tempat duduk lain. Padahal, itu bukan tempat mereka. ”Mereka tidak mematuhi instruksi kru dan kembali ke kursi asli,” tulis United.

”Karena tidak mau pindah, kami meminta mereka untuk keluar pesawat. ”Juru bicara United menambahkan kalau mereka diberi diskon untuk menginap di hotel dan naik pesawat kembali pada Minggu (16/4/2017) pagi.

Tetapi Hohl punya cerita berbeda. Kepada media Khou, Hohl mengatakan kalau mereka berusaha meng-upgrade kursi tetapi ditolak. Permohoan meng-upgrade kursi itu dilakukan setelah mereka melihat penumpang lain tertidur dan menggunakan sebagian kursi yang seharusnya tempat mereka duduk.

Saat itu keduanya adalah orang terakhir yang masuk pesawat. Setelah pindah ke beberapa deret di depan namun masih dalam kelas ekonomi, kru kabin menolak permintaan upgarde kursi yang dijual United dengan label kelas ekonomi plus. ”Kami diminta untuk kembali ke kursi awal,” kata Hohl.

Disambung Hohl, mereka pikir itu tidak apa-apa. ”Kami loh bukan pindah duduk ke kelas satu,” ujarnya. ”Kami masih di kelas ekonomi tetapi beberapa baris di depan kursi asli kami,” tegasnya.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya seorang Dokter Asia diseret paksa hingga luka dari tempat duduk dengan alasan kelebihan muatan, belakangan diketahui lantaran stafnya ingin naik di penerbangan yang sama. Kasus inipun dibawa ke ranah hukum. (Reuters/dailymail/tia/jpg/nin)



loading...

Feeds