Sedihnya, Beredar Video Fitnah Amel Nasution Disebut Bunuh Diri karena Ini…

Jenazah Amel Nasution disambut tangis keluarga. Kini oknum guru yang sama malah menyarankan lima siswi SMK N 3 Padangsidimpuan jual diri.
foto : metrotabagsel/JPG

Jenazah Amel Nasution disambut tangis keluarga. Kini oknum guru yang sama malah menyarankan lima siswi SMK N 3 Padangsidimpuan jual diri. foto : metrotabagsel/JPG


POJOKSUMUT.com, TEWASNYA
Amelya Nasution, siswi SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan karena minum racun tanaman diduga usai diintimidasi guru setelah membongkar kecurangan saat ujian, ternyata masih memanas.

Bukan hanya soal proses hukum yang kini ditempuh kedua orang tua korban, tapi belakangan muncul komentar seorang pria yang diunggah di Youtube dengan judul “kronologis minum racun siswi smkn 3 Padangsidimpuan” itu mengungkap cerita lain.

Youtuber dengan nama Astry Mahardika ini menjelaskan, Amelia meminum racun karena ketahuan mencuri uang neneknya.

“Istri saya yang mengajar di SD Pudun Julu mempunyai murid yang tinggal di Desa Batang Bahal, dan mengatakan siswi SMK Negeri 3 (Amelia,red) bunuh diri karena ketahuan mencuri uang neneknya sebesar Rp1,6 juta. Merasa kesal, tidak terima lalu bunuh diri dengan minum racun,” beber pria yang diketahui sebagai tenaga pengajar di SMK Negeri 3 Padangsidimpuan ini.

Sontak saja, pernyataan dan unggahan di youtube tersebut langsung dibantah oleh pihak keluarga almarhumah. Mereka menyebut kabar tersebut merupakan fitnah, apalagi korban sudah meninggal dunia.

Seperti yang diakui nenek korban Sariah Harahap (80), orang yang disebut kehilangan uang akibat dicuri korban. “Cucu saya itu baik sekali, tidak pernah dia (Amel) mencuri uang saya, biar pun ada uang saya ditaruh di mana saja. Tidak pernah dia mengambilnya. Tidak benar itu, cucu saya baik sekali,” ujarnya sambil menangis.

Hal yang sama juga diakui Ahda Yanuar, ayah kandung korban, apa yang disebarkan lewat video youtube tersebut merupakan fitnah dan diduga untuk mengaburkan pokok permasalah penyebab putrinya sampai nekat minum racun, bunuh diri lalu meninggal dunia setelah 10 hari dirawat di RSUD Kota Padangsidimpuan.

“Itu fitnah, saya akan cari siapa orangnya itu. Anak saya sudah meninggal ditambah lagi dengan berita yang memburukkannya, akan saya laporkan orang yang menyebar fitnah itu,” ujarnya geram.

Sementara itu, Ketua PC PMII Psp-Tapsel Dedi Suhendra Hutabarat mengaku akan terus melakukan aksi untuk memberikan dukungan kepada pihak keluarga korban demi terungkapnya kasus tersebut.

“Rencana, kami akan kembali turun ke jalan dan melakukan aksi serupa untuk memberikan dukungan kepada almarhumah Amelia dan keluarga demi rasa keadilan dan baiknya pendidikan di Kota tercinta ini. Save Amelia Nasution,” pungkasnya. (yza/metrotabagsel/JPG/nin)



loading...

Feeds

Baru Tiga RS di Sumut Mampu Layani Kanker

Namun, lanjut Hery, untuk saat ini, Dinas Kesehatan Sumut terlebih dahulu akan melakukan tahapan sosialisasi kepada petugas di masing-masing kabupaten/kota. …