Tak Cukup Minta Maaf, Penghina Gubernur Itu Harus Diproses Hukum

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi
foto : net

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi foto : net

POJOKSUMUT.com, LOMBOK-Kasus penghinaan yang dialami Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTB) TGH M Zainul Majdi oleh Steven Hadisurya Sulistyo di Bandara Changi, Singapura, Minggu lalu, masih bergejolak hingga hari ini.

Hari ini (17/4/2017), ibuan massa aksi dari seluruh elemen masyarakat NTB dipastikan menggelar aksi demonstrasi. Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Provinsi NTB, Irzani mengatakan, sampai saat ini pelaku penghinaan Steven Hardisurya Sulistyo belum juga disentuh hukum.

“Kami pastikan besok (hari ini) sekitar 10 ribu massa aksi turun ke jalan, ini karena sampai sekarang kasus penghinaan itu belum ditindaklanjuti,” ungkap Irnadi kepada Radar Lombok (grup pojoksumut), Minggu kemarin (16/4/2017).
Disampaikan, dirinya dalam aksi tersebut langsung menjadi koordinator lapangan (Korlap). Ribuan massa aksi terpaksa turun jalan karena lambatnya proses hukum. “Waktu hari Jumat lalu pernah PWNW DKI Jakarta dan PWNW Jabar melaporkan penghinaan terhadap TGB, tapi tidak diterima dengan alasan belum ada pengacara korban (TGB – red),” terangnya.

Oleh karena itu, massa aksi akan melaporkan kasus penghinaan kepada Polda NTB dan juga Polri. Hal tersebut dilakukan karena masalah ini bisa membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara jika tidak diselesaikan dengan baik.

Aksi yang dijamin damai itu akan berkumpul di Jalan Udayana. Kemudian melakukan long march ke Polda NTB dengan tuntutan penjarakan Stevan. “Kasus ini harus segera dituntaskan, penjarakan Steven. Ini bukan soal penghinaan pada TGB saja, yang turun aksi juga dari semua elemen masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga : Kisah Gubernur NTB Dicacimaki Pemuda Indonesia di Bandara Singapura

Gubernur TGH Zainul Majdi mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang calon penumpang asal Indonesia saat berada di Bandara Changi, Singapura dengan hinaan rasial. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/4/2017) lalu sekira pukul 14.30 waktu setempat. Saat itu, TGH Zainul Majdi atau yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan istrinya tengah antre di counter Batik Air yang ada di Bandara Changi. TGB hendak bertolak menuju Jakarta.

Tiba-tiba dari arah belakang, muncul seseorang yang kemudian melontarkan protes karena merasa antre lebih dulu. Steven menduga TGB langsung masuk ke antrean. Padahal TGB hanya sejenak meninggalkan antrean untuk bertanya kepada petugas. Dia meninggalkan sang istri untuk tetap berada dalam baris antrean. Persoalan ini cuma dipicu salah paham.



loading...

Feeds