Kinara Kembali Dirawat di RS Bhayangkara

Kinara saat dikunjungi Mensos di RSUP HAM, beberapa hari lalu. Kinara sudah dipindahkan ke RS Bhayangkara, Selasa  (18/4/2017) siang.

Kinara saat dikunjungi Mensos di RSUP HAM, beberapa hari lalu. Kinara sudah dipindahkan ke RS Bhayangkara, Selasa (18/4/2017) siang.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kinara, balita korban selamat dari pembunuhan sekeluarga di Mabar telah satu minggu menjalani operasi di bagian kepala dan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik.

Kini, balita empat tahun itu dipindahkan ke RS Bhayangkara, Medan, Selasa (18/4/2017) siang dengan status Pulang Berobat Jalan (PBJ).

 
“Benar, pasien atas nama Kinara sudah pindah ke RS Bhayangkara sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Kasubag Humas RSUP H adam Malik, Masahadat Ginting kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/4/2017).
Kinara dan neneknya dijemput oleh perawat dan pihak kepolisian perwakilan RS Bhayangkara. “Status Kinara dari RS Adam Malik adalah pulang berobat jalan,” jelas Masahadat.
Kondisi Kinara sewaktu pindah, kata Masahadat, baik dan tidak ada merasakan sakit apa-apa pasca operasi di bagian kepala. “Kondisinya bagus, bicara sudah jelas, dan tidak ada merasakan sakit apa-apa pasca operasi di bagian kepalanya,” ujarnya.

 
Untuk berobat jalan Kinara selanjutnya, Masahdat mengatakan pihaknya siap melayani Kinara berobat jalan. “Kita (RS Adam Malik) sebagai rumah sakit tipe A siap melayani Kinara berobat jalan kemari,” ungkapnya.
Soal biaya pengobatan Kinara selama dirawat di RS Adam Malik, Masahadat menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Medan. “Soal biaya pengobatan RS Adam Malik akan berkoordinasi dengan Pemko Medan,” sebutnya.
Kinara masuk ke RSUP Haji Adam Malik pada tanggal 11 April 2017 sekira pukul 16.00 WIB. Keesokan harinya pada tanggal 12 April 2017, pukul 08.00 WIB menjalani operasi pada bagian kepala akibat benturan yang dilakukan Andi Lala di Minggu (9/4/2017) dini hari nahas itu. (ring/pojoksumut)



loading...

Feeds

Unpri Stimulus Penelitian Dosen

"Dosen itu harus lebih termotivasi melakukan penelitian agar proses Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan secara lebih maksimal," ujarnya