Sadisnya! Beginilah Kronologis Pembakaran Satu Keluarga di Tuntungan Itu

Otak pelaku pembakaran satu keluarga.
foto : RMOL

Otak pelaku pembakaran satu keluarga. foto : RMOL

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Peristiwa kebakaran di Jalan Milala, Lingkungan 1, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuntungan yang terjadi pada Rabu (5/4/2017) lalu dan menewaskan empat orang, dipastikan terjadi karena disengaja.

Pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus di balik kebakaran yang merenggut nyawa Marita Sinuhaji (58), anaknya Franky (28) serta dua orang anak dari Franky masing-masing bernama Kristin (4) dan Selvy (7).

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan dari rangkaian penyelidikan yang mereka lakukan, peristiwa tersebut murni dilatarbelakangi perbuatan pidana.

“Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa kebakaran tersebut terjadi karena dibakar,” katanya saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Medan, Selasa (18/4/2017).

Kapolda menjelaskan, indikasi adanya unsur kesengajaan pembakaran ini menjadi kesimpulan karena ditemukan asal api pada dua titik yakni pada pintu rumah bagian depan dan pintu rumah pada bagian belakang. Kemudian hasil uji forensik terhadap puing-puing kebakaran ditemukan fakta adanya zat sisa dari bensin yang digunakan untuk membakar rumah.

“Hasil uji lab diketahui rumah tersebut dibakar setelah disiram bensin,” ujarnya.

Rycko menambahkan berdasarkan hasil otopsi terhadap jenazah para korban diketahui masih dalam keadaan hidup ketika aksi pembakaran tersebut terjadi. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya jelaga pada saluran pernafasan mereka.

“Rumah tersebut dibakar dari luar. Hal ini terlihat dari kondisi pintu yang terkunci dari dalam, kemudian para korban ditemukan pada ruangan dapur dengan kondisi badan yang terbakar. Namun meninggalnya dipastikan karena menghirup karbon monoksida,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, polisi menangkap 5 orang pelaku yang terlibat yakni Jaya Mita Br Ginting (51), Cari Mulia Br Ginting (54), Maju Suranta Siallagan alias Maju Ginting (38), Rudi Suranta Ginting (24), dan Julpan Nitra Purba (18). Polisi masih mencari beberapa orang tersangka lain yang saat ini masih dalam pencarian kepolisian.

Menurut adik korban Martita Sinuhaji bernama Hidup Sinuhaji, saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara setelah kejadian beberapa waktu lalu, dia sudah menduga, keluarganya meninggal dunia bukan murni kecelakaan tetapi ada unsur kesengajaan.

Kasus ini dari awal disebutkan karena sengketa tanah. Empat tahun lalu keluarganya membeli tanah dari Jayamita Ginting seharga Rp260 juta. Sesuai kesepakatan antara Jayamita Ginting dan korban, tanah itu akhirnya dibeli. Untuk tahap awal korban membayar Rp138 juta pada Jayamita.

“Akhirnya tanah itu dibeli oleh keluarga Marita Sinuhaji. Pertama korban membayar Rp138 juta dan sisanya akan dilunaskan apabila sertifikat tanah sudah diberikan. Tapi, bagaimana kami mau melunasinya sedangkan sertifikat itu enggak dikasih sama si Jayamita Ginting,” sebutnya.



loading...

Feeds