Ada yang Kurang Jeli dari Penyelidikan Kasus Andi Lala Sang Jagal Sadis!

 Andi Lala, tersangka pembunuhan satu keluarga di Medan. (Sutan Siregar/Sumut Pos/JPG)

Andi Lala, tersangka pembunuhan satu keluarga di Medan. (Sutan Siregar/Sumut Pos/JPG)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kasus pembunuhan satu keluarga oleh Andi Lala di Mabar, Medan Sumatera Utara (Sumut) semakin runyam.

Pasalnya keluarga korban tidak terima pernyataan dari pelaku yang menyatakan korban memiliki utang narkoba terhadap Andi Lala.

Melihat persoalan ini,  Polri Watch Medan menilai kinerja tidak profesional dalam mendalami sebuah kasus. Sebab penyidik hanya memercayai keterangan dari pelaku.

Direktur Polri Watch, Abdul Karim mengingatkan Polda Sumut agar tak serta merta percaya begitu saja keterangan Andi Lala. “Memang Nuriyanto sekeluarga sudah tewas dan hanya menyisakan anak bungsu mereka, Kinara.”

“Tapi, saya rasa perlu juga Polisi mendalami lagi motifnya, saya rasa tak relevan itu cuma karena utang piutang Rp 5 juta dia membantai satu keluarga,” ungkap Abdul Karim seperti dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Rabu (19/4).

Begitupun dia tak menuding Polda Sumut kurang profesional dalam melakukan penyidikan. “Pastinya Polisi berpatokan dengan keterangan tersangka. Tapi perlu kejelian penyidik untuk melihat motifnya.

Mengingat korban dan keluarganya meninggal dengan mengenaskan ditambah lagi soal motif utang piutang sabu, pastinya membuat keluarga korban terpukul.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Andi Lala usai ditangkap polisi di Inhil Riau, mengaku dirinya terpaksa membunuh Nuriyanto alias Riyanto karena faktor utang narkoba yang dijanjikan korban.

Lantas pembunuhan itu meluas kepada keluarganya yang lain, lantaran dia berada di bawah pengaruh narkoba. Sebab sebelum beraksi, Andi Lala mengkonsumsi narkoba.

Ketika menghabisinya nyawa Riyanto, aksi Andi Lala diketahui istri korban. Tidak mau tertangkap basah malah Andi Lala membunuh istri Riyanto berikut anak-anak mereka.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut Kombes Nurfallah mengatakan, pihaknya tidak melakukan rekayasa apapun soal motif pembunuhan keluarga Nuriyanto oleh Andi Lala Cs.

Dia beralasan polisi berpatokan dari keterangan otak pelaku. “Ya itu pengakuan tersangka Andi Lala. Kalau keluarga merasa keberatan bisa membuat klarifikasi. Polri tidak merekayasa. Bahkan (soal) pengakuan Andi Lala ke media,” kata Kombes Nurfallah.

Di pihak lain, Kasbdit III/Jahtanras Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu menuturkan, tak percaya seratus persen dengan keterangan Andi Lala.

Faisal merasa ada yang janggal dari pengakuan tersebut. “Nah itu juga menurut saya masih janggal, cuma itu memang pengakuan dia (Andi Lala,red). Tapi nggak apa-apa, mudah-mudahan kasus ini berkembang. Untuk sementara masih itu motifnya,” sebut Faisal.

Diberitakan sebelumnya, dalam pemaparan pengungkapan pembunuhan Nuriyanto sekeluarga di Jalan Mangaan Mabar, Minggu (9/4).

Polda Sumut juga menemukan kasus lain, pembunuhan selingkuhan isteri Andi Lala, Suherwan alias Iwan Kakek pada 2015.

(fac/dvs/ain/adz/iil/JPG/sdf)



loading...

Feeds