Ladies! Pantiliner Tidak Dianjurkan Ya, Ini Sebabnya…

 dr. Riske Eka Putri, M.Ked(OG) SpOG, saat memberikan materi di Center Point Mall.

dr. Riske Eka Putri, M.Ked(OG) SpOG, saat memberikan materi di Center Point Mall.

POJOKSUMUT.com, KANKER serviks terus menjadi ancaman bagi kaum perempuan saat ini. Bahkan, bisa disebut sebagai penyakit pembunuh perempuan nomor 1 di Indonesia. Menurut data Yayasan Kanker Indonesia (YKI), setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus di Tanah Air.

Sedangkan, menurut WHO pada tahun 2030 akan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat. Jumlah penderita kanker yang meninggal juga kian memprihatinkan.

Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia.

Untuk itu, perlunya menjaga kesehatan dan pola hidup. Hal ini dikatakan oleh dr. Riske Eka Putri, M.Ked(OG) SpOG, bahwa kanker serviks rentan mengancam para perempuan.

“Saat ini, penyakit kanker serviks sangat berbahaya bagi wanita di manapun berada, jadi bukan di Medan, atau Indonesia, hingga dunia, kanker ini sangat mematikan,” ujarnya, kemarin (18/4/2017).

Dokter perempuan yang bekerja di Rumah Sakit Colombia Asia, Medan, ini juga mengatakan pentingnya para kaum wanita khususnya para ibu, untuk menjaga kesehatan agar tidak terserang kanker serviks.

“Pola makan, pergaulan sangat diutamakan untuk menjaga kesehatan para kaum wanita agar terhindar dari kanker serviks ini,” ujarnya.
Mengontrol kesehatan sejak dini, lanjutnya menjadi hal yang penting. “Biasanya kanker ini muncul dan mulai terasa ketika sudah masuki stadium tiga, sehingga sangat penting untuk mengecek kapan saja kesehatan kita di rumah sakit ataupun klinik” jelasnya.
Hal lainnya yang ditekankan dr Riske adalah tidak dianjurkan memakai pantiliner atau dikenal sebagai pembalut tipis. Sebab bahan ini sudah diteliti sangat tidak baik dalam pemakaian berkelanjutan.
“Banyak para kaum wanita yang sering menggunakan pantiliner ini dengan alasan agar kesehariannya untuk beraktifitas tidak terganggu, padahal pemakaian ini makin dapat mengalami keputihan,” katanya.

Pemilihan pembalut saat menstruasi juga harus diperhatikan. Dia menyebutkan pembalut berbahan kain tentu lebih bagus dan baik. (*/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds