Bunuh Diri Gaya Baru! Masukkan 2 Besi Panas ke Lubang Hidung, Tak Mati Pula!

 Korban berusaha bunuh diri dirawat di rumah sakit. (Radar Banyumas/JawaPos.com)

Korban berusaha bunuh diri dirawat di rumah sakit. (Radar Banyumas/JawaPos.com)

POJOKSUMUT.com, Entah apa yang ada di benak Riyanto (30).

Warga Desa Tritihlor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, itu nekat menusukkan dua besi ulir panas dalam keadaan membara ukuran 16 inchi ke dalam lubang hidungnya hingga batas mata.

Pemicunya, korban berusahan bunuh diri karena cintanya ditolak. Namun beruntung, nyawanya masih bisa tertolong.

Dari informasi yang dihimpun Banyumas Ekspres (Jawa Pos Group), peristiwa tersebut terjadi Minggu (16/4), sekitar pukul 09.00 WIB di tempat pandai besi milik Parman di Jalan Gerilya, Kuripan Kidul, Kesugihan, Cilacap.

Menurut Kepala Dusun Tlagasari, Desa Kuripan Kidul, Kesugihan, Muhammad Hasyim, sekitar pukul 09.00 mendapat kabar ada keributan di tempat Parman.

Saat itu dia sedang keliling ke rumah-rumah warga guna mengumpulkan pajak bumi bangunan (PBB) Desa Kuripan Kidul. Dilapori kalau ada yang bunuh diri, dia langsung berbalik dan menuju tempat kejadian.

“Sampai di tempat Parman, saya kaget. Korban sudah telentang tanpa busana dan mengaduh dengan dua besi ulir menancap di dalam lubang hidungnya.

Darah sudah mengucur di sekitar wajah dan tubuhnya,” katanya menjelaskan.

Setelah itu, dia bersama seorang warga bernama Diro langsung ke balai desa untuk mengambil ambulans dan membawa korban ke RSUD Cilacap dengan kawalan polisi dari Polsek Kesugihan.

“Di tengah perjalanan saya yang sejak awal merasa ketakutan minta berhenti dan meminta korban dibawa ke RSI Fatimah saja,” tuturnya.

Di RSI Fatimah, menurutnya, korban masih mengerang dan mengeluh kesakitan sehingga petugas rumah sakit harus menenangkan korban.

Sementara itu, Kepala Desa Tritihlor, Sujud, sekitar pukul 11.00 mendapat telepon dari petugas bahwa salah seorang warganya mencoba bunuh diri.

“Saya langsung ke RSI Fatimah bersama perangkat desa dan BPO. Di sana bertemu ayah korban, Subar.”

“Saya langsung tanya ada masalah apa sampai korban berbuat nekad seperti itu, dan dijawab oleh Subari anaknya ada permasalahan dengan masalah wanita sebut saja putus cinta atau cintanya ditolak,” ucapnya.

Sujud menjelaskan bahwa korban masih hidup, dan pukul 15.00 dirujuk ke RS Margono Soekarjo Purwokerto. Ditanya tentang kondisi korban, Sujud mengatakan belum ada kabar perkembangan selanjutnya.

“Saya juga masih nunggu dari Pak Subari,” tandasnya, Minggu (16/4) malam. Ketika berita ini diturunkan pihak kepolisian cilacap melalui kabag Humas belum bisa memberikan keterangan.

(rud/yuz/JPG/sdf)



loading...

Feeds

Unpri Stimulus Penelitian Dosen

"Dosen itu harus lebih termotivasi melakukan penelitian agar proses Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan secara lebih maksimal," ujarnya