Mengejutkan! Oknum Polisi Penembak Satu Keluarga Miliki Hubungan dengan Korban

Mobil sedan merek Honda City hitam BG 1488 ON dikerumuni warga yang hendak menolong korban. Foto: ist

Mobil sedan merek Honda City hitam BG 1488 ON dikerumuni warga yang hendak menolong korban. Foto: ist

POJOKSUMUT.com, LUBUKLINGGAU-Fakta mengejutkan terungkap dari kasus penembakan satu keluarga di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Ini setelah proses pemeriksaan dengan Bid Propam Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Brigadir K, oknum anggota satuan Sabhara Polres Lubuk Linggau, tersangka penembakan terhadap mobil Honda City Hitam BG 1488 ON, ternyata dia memiliki hubungan keluarga.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga menuturkan, informasi yang didapat pihaknya menyebutkan bahwa Brigadir K diduga masih ada hubungan keluarga dengan korban.

“Informasi yang kita dapatkan di rumah duka seperti itu, masih ada hubungan keluarga. Baru tahu keluarga setelah kejadian ini. Tapi pengusutan kasus terhadap anggota ini masih tetap berjalan. Sesuai dengan komitmen,” tegas AKBP Hajat Mabrur Bujangga seperti dilansir Sumatera Ekspres (grup pojoksumut.com), Kamis (20/4/2017).

Selanjutnya, kata Hajat, langkah akan dilakukan pihak Polres Lubuklinggau yakni fokus dengan memberikan atensi kepada para korban. Sebab masih ada beberapa korban dirawat di Rumah Sakit (RS) Sobirin Kabupaten Mura di Lubuklinggau. “Para korban sementara ini masih dirawat terus kita monitor,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Ya kita akan lakukan itu. Nunggu jadwalknya nanti. Yang jelas setelah ada tim. Sementara ini masih kita lakukan pemeriksaan sama saksi. Nanti olah TKP dibantu dari tim labfor,” pungkasnya.

Selain memberikan atensi terhadap korban penambakan brutal dari oknum Brigadir K, jajaran Polres Lubuk Linggau dan Polda Sumsel terus melakukan pemeriksaan secara intensif. “Terhadap pelaku oknum anggota ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif dari Propam di-backup oleh Polda,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hajat menegaskan, terhadap razia yang digelar jajarannya pada saat kejadian sudah sesuai prosedur. Namun terhadap kasus penembakan ini akan diproses untuk mengetahui apakah anggota menyalahi aturan atau tidak. “Kalau memang menyalahi, pastinya akan diberikan tindakan tegas,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, kasus penembakan terhadap mobil Honda City itu mengkibatkan enam dari delapan penumpang menjadi korban. Masing-masingnya Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong, tertembak bahu kiri atas, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I, tertembak pundak kanan. Genta (2), anak Novianti, tertembak kepala samping kiri.

Kemudian, Surini (54), warga Rejang Lebong (ibunda Dewi Erlina), meninggal dunia setelah mengalami tiga tembakan di dada. Lalu, Indrayani (33), warga Rejang Lebong, tertembak leher depan (kritis) dan dirujuk ke RSMH Palembang. Serta Diki (30), sopir, warga Rejang Lebong, tertembak di perut kiri. Sedangkan 2 penumpang lainnya, Sumarjono (S) dan Galih luput dari tembakan. (wek/iil/JPG/nin)



loading...

Feeds

Unpri Stimulus Penelitian Dosen

"Dosen itu harus lebih termotivasi melakukan penelitian agar proses Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan secara lebih maksimal," ujarnya