Brigadir K Terbukti Melakukan Diskresi Berlebihan dalam Insiden Penembakan Satu Keluarga Itu

Brigadir K dibawa petugas Polres Lubuklinggau keluar dari ruang Satreskrim menuju lokasi kejadian untuk olah TKP. Foto: Ansyori/Sumeks

Brigadir K dibawa petugas Polres Lubuklinggau keluar dari ruang Satreskrim menuju lokasi kejadian untuk olah TKP. Foto: Ansyori/Sumeks

POJOKSUMUT.om, SUMSEL-Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto memastikan bakal serius menangani kasus penembakan oknum polisi dalam razia di Lubuklinggau. “Brigadir K sebagai pelaku tunggal. Kita akan proses sesuai aturan kepolisian,” tegasnya seperti dilansir Sumeks.

Mantan Kakorlantas ini menerangkan, sebenarnya tidak ada yang salah selama razia berlangsung. Hanya saja Brigadir K melakukan diskresi berlebihan.

Dari olah TKP dan pra-rekonstruksi di Lubuklinggau, ada kesalahan Brigadir K dalam pengambilan keputusan atau diskresi yang langsung menggunakan senjata api. Diketahui, diskresi kepolisian pada dasarnya kewenangan Kepolisian yang bersumber pada asas Kewajiban umum Kepolisian (plichtmatigheids beginsel).

“Yaitu suatu asas memberikan kewenangan kepada pejabat kepolisian bertindak atau tidak bertindak menurut penilaiannya sendiri. Dalam rangka kewajiban umumnya menjaga, memelihara ketertiban, dan menjamin keamanan umum,” tuturnya.

Tapi yang dilakukan Brigadir K itu salah. Makanya pihaknya juga akan melakukan tes kesehatan psikologi bagi Brigadir K apakah ada gangguan psikologis atau tidak. “Saya selaku Kapolda Sumsel, dengan tulus minta maaf dan siap bertanggung jawab,” kata pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 19 Februari 1965 ini.

Sementara itu, selain memeriksa Brigadir K, Polda Sumsel juga akan melakukan pemeriksaan pada sopir mobil Honda City Hitam BG 1488 ON (Diki, red), korban penembakan oknum polisi dalam razia di Lubuklinggau. “Kondisinya harus sehat dulu. Baru bisa ditanya-tanya,” ujar Agung Budi Maryoto.

Supaya kejadian tak terulang, Agung sudah melakukan video conference dengan seluruh kapolres-kapolsek se-Sumsel. Di sana dia meminta kejadian serupa tak terulang lagi. “Setiap anggota harus memperhatikan betul Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian,” ujarnya.

Penggunaan senjata diperbolehkan, tapi dengan ancaman berimbang. “Saya ingin seluruh anggota Polda Sumsel lebih memahami Peraturan Kapolri ini. Harus ada evaluasi, anggota Polri harus lebih banyak dilatih atau coaching clinic,” jelas jebolan Lemhanas 2013 ini.

Terkait informasi Komisi III mau melakukan pemanggilan, Agung akan membeberkan semuanya tanpa ada yang ditutupi. “Saya siap untuk dipanggil,” ucapnya.



loading...

Feeds

Rumah Pensiunan PLN Nyaris Jadi Abu

Informasi yang diperoleh, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap rumah tersebut. Warga yang mengetahui langsung berusaha memadamkan …