Jika Polisi Serius, Penghina Gubernur di Bandara Itu Pasti Ditemukan

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi
foto : net

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi foto : net

POJOKSUMUT.com, KASUS dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang dilakukan oleh Steven Hadisuryo Sulistyo terhadap Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTB) TGB HM Zainul Majdi mulai diproses hukum. Kemarin (20/4/2017), orang nomor satu di NTB tersebut dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Kepada penyidik Polda Metro, TGB sapaan akrab Gubernur NTB tersebut memberikan keterangan selangkap-lengkapnya, atas apa yang telah terjadi terkait penghinaan dengan kata-kata yang sangat kasar yang dilontarkan Steven kepada dirinya bersama istri Hj erica Zainul Majdi, di tengah antrean konter check in Bandara Changi, Singapura.

Kata-kata kasar Steven terlontar karena menilai TGB menyerobot antrean. Padahal, TGB hanya meninggalkan antrean sebentar untuk bertanya ke petugas, dan meninggalkan istrinya masih berada dalam antrean.

Kasus ini sendiri telah menjadi perhatian khalayak luas di Indonesia karena mengandung tendensi rasisme. Akhirnya, banyak elemen yang mengadukan peristiwa itu ke kepolisian baik melalui Polda Metro Jaya maupun Polda NTB.

Tercatat bahkan beberapa tokoh nasional dari etnis Tionghoa seperti Jusuf Hamka dan Lieus Sungkharisma juga melaporkan kejadian ini. Mereka menganggap ini sebagai penghinaan tidak hanya terhadap TGB pribadi namun juga kepada seluruh bangsa Indonesia.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia dalam komunikasinya dengan Gubernur TGB juga bereaksi keras dan memastikan melayangkan surat ke Kapolri untuk meminta penuntasan kasus ini.

Melalui keterangan tertulis dari Jakarta tadi malam, TGB menyampaikan bahwa dirinya dan istri sebetulnya sudah memaafkan sang pelaku. “Kami sudah maafkan karena bagaimanapun kami menghargai pernyataan maaf bermaterai yang disampaikan oleh saudara Steven,” kata TGB seperti dilansir lombok post (grup pojoksumut)

“Ajaran agama juga mendorong kita untuk memberi maaf kepada orang yang salah,” tambahnya

Namun demikian, TGB menegaskan, karena banyak masyarakat yang mengadukan penghinaan ini ke kepolisian, maka tentu menjadi kewajiban kepolisian untuk menindaklanjutinya dengan baik dan menuntaskannya.

Perlu ada kejelasan, kata TGB, siapa sesungguhnya Steven. Banyak spekulasi tentang pribadi yang bersangkutan termasuk informasi yang beredar di tengah masyarakat bahwa yang bersangkutan memiliki KTP yang aspal, bermasalah atau bahkan palsu. Kalau informasi ini benar, menurut ulama kharismatik ini, berarti ada potensi pemalsuan dokumen negara. Dan yang bisa menginvestigasi secara tuntas adalah kepolisian agar semua hal terkait peristiwa ini menjadi jelas.



loading...

Feeds