Keponakan Setnov Ungkap Fee E-KTP untuk Anggota Dewan Nominalnya Besar

Setya Novanto

Setya Novanto

Dalam persidangan itu juga mengungkap kedekatan antara Gamawan Fauzi dengan pengusaha Paulus Tanos yang menjadi kontraktor proyek program nasional di Kemendagri itu. Gamawan merupakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat program nasional itu disiapkan, dibahas dan dilaksanakan.

Kedekatan Gamawan dengan pengusaha kontraktor e-KTP itu terungkap saat saksi bernama Johannes Richard Tanjaya, direktur PT Java Trade Utama dihadirkan di Pengadilan Tipikro Jakarta, kemarin. Johannes pada 2010 terlibat dalam pertemuan di Ruko Fatmawati milik Andi Narogong untuk menyiapkan proyek e-KTP. Paulus merupakan direktur utama PT Sandipala Artha Putra. Perusahaan itu tergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) yang dibentuk melalui pertemuan di Ruko Fatmawati.

Johannes mengaku mengenal Paulus Tannos dalam pertemuan di Ruko Fatmawati pada 2010. Saat itu, dia menanyakan sosok Paulus Tannos kepada adik Andi Narogong, Vidi Gunawan. “Saya tanya sama Vidi. Katanya itu (Paulus Tanos, red) orangnya Pak Gamawan mau siapkan uang Rp 2 triliun untuk e-KTP,” kata Johannes saat bersaksi.

Sementara anggota tim PT Java Trade Utama, Jimmy Iskandar Tedjasusila mengaku mengenal kerabat Gamawan bernama Hendra. Menurut Jimmy, dia juga bertanya kepada Hendra soal Paulus Tanos. “Yang dia (Hendra, Red) katakan, ‘sudah pokoknya ikuti saja si rambut putih Paulus Tanos ke mana pun dia pergi’,” ujar Jimmy menirukan ucapan Hendra.

Jimmy pun penasaran dengan jawaban Hendra. ”Saya tanya siapa itu, karena lihat mobilnya mewah dan punya akses di Fatmawati. Katanya ini orangnya menteri,” ujar Jimmy. (put/jpg/nin)



loading...

Feeds