Islam Radikal Disebut di Balik Kemenangan Anies-Sandi, JK Protes Pemberitaan Media Asing

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Media luar negeri sangat antusias memberitakan tentang politik dalam negeri khususnya soal Pilkada DKI. Sayangnya, apa yang diberitakan tak sepenuhnya benar. Inilah yang membuat Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla kecewa.

Dia menyampaikan protes terhadap sejumlah media asing yang menyebutkan bahwa kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno didukung oleh Islam radikal.

Protes JK disampaikan langsung saat menerima kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence. JK secara khusus memprotes soal pemberitaan media AS terkait hasil Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Endak adil ini media luar, karena yang menang banyak didukung oleh teman-teman dari sisi Islam malah dianggap garis keras yang menang,” ujar Jusuf Kalla di kantor PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat, seperti dilansir

Berita the wall street tentang Pilkada DKI

, Kamis(20/4/2017) malam.

Secara terbuka JK membantah tudingan kalau Anies-Sandi masuk dalam kelompok radikal tersebut, “Saya kira Pak Anies paling ringan orangnya bukan paling keras, jangan Karena ada imam besar dianggap keras, padahal dukung saja ini, padahal apa pun demokrasi siapa pun apakah yang dipilih oleh yang ringan yang keras, tetap dong demokrasi tidak ada bedanya karena dipilih orang banyak,” papar JK.

Seperti diketahui bahwa sejumlah media asing memberitakan tentang pelaksanaan pilkada DKI Jakarta rabu(19/4/2017) dan menyoroti kemenangan pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno sebagai kemenangan Umat Islam Konservatif di Indonesia.

Media Asing seperti The New York Times, The Wall Street Journal, CNN, Majalah Times, Kantor Berita Associated Presse (AP) dan ABC News mengartikulasikan kekalahan Ahok dan kemenangan Anies sebagai kemenangan kelompok Islam konservatif dan kekalahan Islam moderat di Indonesia.

Bahkan secara khusus media asing New York Times dan The Wall Street Journal menuliskan bahwa kekalahan ahok dalam pilgub DKI Jakarta dikarenakan kelompok Islam radikal menggunakan agama sebagai senjata politik. (*/islamedia/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds