Ngakunya Cuma Tampar Korban, Ibu 50 Tahun Ini Terlibat Pembunuhan di Sungai Deli

Wiwik yang ikut diamankan dalam kasus pembunuhan di Sungai Deli.
foto : fir/pojoksumut

Wiwik yang ikut diamankan dalam kasus pembunuhan di Sungai Deli. foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Wiwik (50), janda satu anak terpaksa harus merasakan dinginnya tinggal di balik jeruji besi sel tahanan Polrestabes Medan. Pasalnya, wanita yang tinggal di Jalan Warni Ujung Suka Raja Kec Medan Maimun terlibat kasus pembunuhan Yosua Immanuel Pasaribu, yang ditemukan tewas mengambang di Sungai Deli.

Menurut pengakuan Wiwik, dia hanya menampar korban. Selebihnya, tidak ada melakukan apa-apalagi.

“Saya cuma nampar aja, itupum hanya sekali. Jadi, waktu itu ada rame-rame warga di daerah rumah. Lalu, saya keluar dan dibilang warga ada kibus (informan polisi) dipukuli. Kemudian, saya mendatangi dan saya tampar dia. Habis itu, saya pulang lagi,” aku Wiwik akhir pekan ini.

Ia pun berharap polisi bisa mengampuni perbuatannya. Sebab, tidak ada melakukan penganiayaan berat terhadap korban.

“Mohon ampuni saya pak polisi, saya cuma tampar aja dan tidak ada yang lain,” ucapnya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho menyatakan, Wiwik ikut terlibat dan mengetahui kasus penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban hingga meninggal dunia.

“Sah-sah saja pengakuan dia seperti itu. Tapi, di pengadilan yang menentukan dia bersalah atau tidak,” kata Sandi.

Sebelumnya Sandi mengatakan, Wiwik merupakan bagian dari 15 pelaku yang telah ditangkap secara terpisah.

“Ke-15 orang pelaku yang telah ditetapkan tersangka, 14 di antaranya pria dan seorang lagi wanita,” beber Sandi.

Diutarakannya, dari para pelaku disita barang bukti berupa dua bilah parang, sejumlah batu untuk memukul korban, dan lainnya.

“Para tersangka kita kenakan pasal berlapis, yaitu 338 KUHPidana subs 170 ayat 2 ke-3 huruf e jo 352 ayat 3, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” cetus Sandi. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds