Negara Kelautan, tapi Masyarakat Miskin Didominasi Warga Pesisir, Ini Sebabnya…

Diskusi kebangsaan bertema 'Hutan, Pesisir dan Desa dalam Perspektif Konstitusi', yang diinisiasi Fakultas Hukum (FH) UMSU, baru-baru ini.
foto : fir/pojoksumut

Diskusi kebangsaan bertema 'Hutan, Pesisir dan Desa dalam Perspektif Konstitusi', yang diinisiasi Fakultas Hukum (FH) UMSU, baru-baru ini. foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengambil peran dalam menyelamatkan hutan, pesisir dan desa. Ini dilakukan karena diambang kehancuran lantaran telah dieksploitasi secara besar-besaran oleh asing dan dikuasai orang-orang tertentu.

Hal itu terungkap dalam diskusi kebangsaan bertema ‘Hutan, Pesisir dan Desa dalam Perspektif Konstitusi’, yang diinisiasi Fakultas Hukum (FH) UMSU, baru-baru ini.

Diskusi tersebut bekerja sama dengan Rumah Konstitusi Indonesia, Lembaga Kajian Konstitusi UMSU, Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Sumut serta Pemuda Muhammadiyah.

Hadir pembicara pada diskusi yang diadakan di Auditorium Kampus UMSU Jalan Kapt Mukhtar Basri, yakni Anggota Komisi IV DPR RI Fadly Nurzal, Staf Ahli Presiden Rizal Damanik, Direktur Rumah Konstitusi Indonesia Amir Hamdani Nasution, staf pengajar FH UMSU Dr Hamdani serta ratusan peserta dari mahasiswa dan dosen. Turut hadir Rektor UMSU Dr Agussani MAP didampingi Sekretaris UMSU Gunawan MTh, Wakil Rektor (WR) I Dr Muhammad Arifin Gultom, WR II Akrim MPd, dan Dekan FH Hj Ida Hanifah.

Rektor UMSU Dr Agussani MAP mengatakan, selain memberikan sumbangan pemikiran akademik dari sudut konstitusi untuk menyelamatkan desa dan pesisir, UMSU telah mengelola desa binaan. Salah satunya, di Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat yang bekerja sama dengan Lantamal I Belawan mengelola lingkungan pesisir dan ekonomi masyarakat dengan berwirausaha.

“Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UMSU sudah seharusnya terlibat aktif atau berperan dalam menyelamatkan hutan, pesisir dan desa. Sebab, hal ini juga merupakan bagian dari tuntutan tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Diutarakan rektor, keterlibatan aktif UMSU dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat juga bagian dari amanah Pengurus Pusat Muhammadiyah. Dimana, UMSU diharapkan untuk ikut terlibat aktif dalam pemecahan masalah persoalan bangsa.

Dosen FH UMSU Dr Ramlan mengatakan, sangat ironis jumlah warga miskin di Indonesia didominasi oleh penduduk di wilayah pesisir. Jumlahnya kini mencapai sekitar 7 juta jiwa atau sekitar 30 persen dari total penduduk miskin di Indonesia.

Realitas itu bertolak belakang dengan kondisi laut Indonesia yang memiliki pantai terpanjang di dunia, yang kaya akan sumber daya laut dan ikan berlimpah. “Program pemerintah belum memihak nelayan, dan banyak kebijakan terkait penanggulangan kemiskinan bersifat top down,” cetus Ramlan.



loading...

Feeds