Tak Ada Ampun bagi Pelaku Pemerkosaan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSUMUT.com, YORDANIA memberlakukan hukum yang tepat untuk para pelaku kejahatan seksual. Ini dimulai dengan aturan kontroversial yang selama ini dipakai sebagai dasar untuk mengampuni para pemerkosa di Yordania telah dihapus.

Aturan tersebut ada di Pasal 308 Undang-Undang Hukum Pidana dan mengatur pengampunan pelaku pemerkosaan jika menikahi korban dan tinggal bersama selama lima tahun.

Para pendukung pasal ini beralasan bahwa aturan itu dimaksudkan untuk menghormati para korban kasus perkosaan.

Namun para penentang mengatakan penghormatan dan perlindungan bagi para korban perkosaan mestinya dalam bentuk mekanisme hukum dan memakai pendekatan psikologis.

Koran Bahasa Inggris di Jordan, Jordan Times menjelaskan Penghapusan Pasal 308 dari Undang-Undang Hukum Pidana yang baru diputuskan dalam rapat kabinet Yordania, Minggu (23/4/2017).

Para pegiat perempuan, pengacara, akademisi Muslim, akademisi Kristen, dan kelompok-kelompok hak asasi manusia sudah sejak lama mendesak pencabutan Pasal 308. Di Yordania, hubungan seksual dengan perempuan berusia 15-18 tahun digolongkan sebagai perkosaan.

Rencana penghapusan pengampunan pemerkosa adalah bagian dari amendemen Undang-Undang Hukum Pidana yang juga mencakup sanksi yang lebih berat untuk pelaku kasus penyalahgunaan uang negara, serangan terhadap pegawai negeri, dan pengrusakan kendaraan.

Hukuman yang lebih berat juga akan berlaku bagi para pelaku kasus pemalsuan dokumen dan serangan rumah ibadah.



loading...

Feeds