Festival Kewirausahaan, Pelajar dan Mahasiswa Sumut Jadi Pengusaha

Festival Kewirausahaan atau 'Entrepreneur Day 2017, di Medan, Selasa (25/4/2017)
foto : fir/pojoksumut

Festival Kewirausahaan atau 'Entrepreneur Day 2017, di Medan, Selasa (25/4/2017) foto : fir/pojoksumut

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Puluhan stand milik pelajar dan mahasiswa di Kota Medan sekitarnya menyemarakkan Festival Kewirausahaan atau ‘Entrepreneur Day 2017’, yang digelar Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia (FE Unpri) Medan di Focal Point selama dua hari, Selasa (25/4/2017).

Pelajar dan mahasiswa sangat antusias mengikuti ajang tersebut. Bahkan, siswa SMA Negeri 1 Labuhan Deli memborong empat stand.

Para pelajar dan mahasiswa memamerkan beragam produk dan hasil karyanya. SMA Sutomo 1 Medan misalnya, membuat es krim yang sangat kreatif dengan 4 varian.

Meskipun masih pelajar, Carlson dan Christopher kelas 2 SMA Sutomo 1 Medan sudah mengerti konsep bisnis. “Produk es krim itu tergantung musim. Karena itu, kita ciptakan beragam varian supaya pembeli tidak bosan. Selain itu, kita terus lakukan inovasi membuat varian baru yang belum ada dibuat orang lain,” tutur Christopher.

Diungkapkannya, dia bersama temannya belajar dari internet untuk membuat es krim kreatif. Keduanya juga sudah tiga kali ikut pameran atau festival kewirausahaan. Bahkan, mereka berdua sudah membuat tempat permanen untuk berdagang es krim di depan sekolah.

Lain lagi dengan stand SMA Negeri 1 Labuhan Deli yang memamerkan Donat Galaxy hasil karya Nabila Salma, Shaliwa Tari dan Rindi Atika. Ketiga siswi tersebut menghasilkan donat yang unik dan belajar dari orang tuanya masing-masing.

“Kita ingin belajar bagaimana memulai bisnis. Selain itu, mempertahankan bisnis kalau memang diminati pasar atau mengganti jenis bisnis kalau memang tidak diminati pasar,” tutur Nabila.

Tak hanya pelajar SMA yang memamerkan hasil karyanya, mahasiswa juga ikut serta. Seperti mahasiswa FE Unpri semester VI, yaitu Vivi, Edo, Christian dan Darwan yang menghadirkan Chadelion Tea. Meski baru pertama kali ikut festival kewirausahaan, namun mereka mampu menarik perhatian pengunjung yang ingin merasakan teh unik hasil buatannya.

“Modal kami patungan. Kami ingin berlatih sebenarnya bagaimana berbisnis dalam dunia nyata, dan ingin tahu seperti apa segala usaha yang dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu dan menjualnya,” ujar Vivi.



loading...

Feeds