Sebut Penghinaan Terhadap Gubernur NTB Fiktif, Lima Akun FB Ini Dilaporkan

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi
foto : net

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi foto : net

POJOKSUMUT.com, MATARAM—Kasus penghinaan yang diterima oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Zainul Majdi oleh Steven Hadisurya Sulistyo terus bergulir panas.

Ini setelah Gerakan Pribumi Berdaulat kembali mendatangi Mapolda NTB. Kali ini, mereka datang melapor ke Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB. Laporan tersebut masih berkaitan dengan Gerakan Pribumi Berdaulat melaporkan tiga akun facebook dan dua akun twitter milik lima orang yang berbeda.

Kelima akun media sosial ini dilaporkan ke Polda NTB karena karena dalam postingan di media sosial menyatakan bahwa sosok Steven dalam kasus penghinaan atau penistaan rasial di Bandara Changi Singapura adalah tidak benar atau fiktif belaka.

Laporan tersebut langsung diterima oleh Kasubdit II Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie. ‘’ Kami melaporkan lima akun facebook dan twitter ini karena Steven yang yang melakukan penghinaan ini dianggap hanya fiktif orangnya. Jadi mereka menganggap orangnya tidak ada,’’ ujar Dr H Mahsan selaku ketua tim pembela Gerakan Pribumi Berdaulat di Mapolda NTB, Selasa kemarin (25/4/2017).

Kelima akun yang dilaporkan tiga diantaranya akun facebook yaitu atas nama Niluh Djelantik, Suparman Bong dan Tazran Tanmizi. Sedangkan dua akun twitter yang dilaporkan tersebut atas nama Cyril Raoul Hakim dan Surya Tija.

Selain itu, ada juga akun yang menyatakan Steven ini ada. Bahkan sudah melakukan kontak serta konfirmasi kepada Steven dan mengatakan Steven tidak pernah pergi ke Singapura. Dengan kata lain, peristiwa tersebut dianggap fiktif. ‘’ Inilah dua hal yang kami laporkan saat ini. Ada yang mengatakan Steven dan kejadiannya itu fiktif,’’ katanya.

Terhadap postingan ini, tentu saja membuat Gerakan Pribumi Berdaulat keberatan. Pasalnya, jika kejadian tersebut fikti, maka Tuan Guru Bajang (TGB) TGH Zainul Majdi yang dikenal sebagai ulama dan Gubernur NTB menyebarkan kebohongan. ‘’ Padahal setelah salat Jumat di Islamic Center, beliau menyatakan dihadapan jamaah bahwa kejadian itu memang benar menimpa dirinya dan istri. Beliau juga menyatakan saat itu sudah memaafkan Steven,’’ ungkapnya.

Ditambahkan Mahsan, postingan dalam akun facebook dan twitter yang menyatakan kejadian penghinaan itu fiktif jelas menjadi kerugian hukum pihaknya. ‘’ Sehingga kami menyimpulkan bahwa kalimat Steven ini dianggap fiktif jelas merugikan kepentingan hukum kami sebagai pelapor atas penghinaan yang dilakukan oleh Steven,’’ jelasnya.

Selanjutnya, pihaknya juga akan menyertakan berbagai alat bukti. Seperti pernyataan permohonan maaf asli dari Steven. Lalu juga ada pengumuman permohonan maaf Steven di media massa.

Selanjutnya, bukti pemeriksaan (BAP) TGH Zainul Majdi di Polres Bandara Soekarno Hatta. Bukti pemeriksaan TGB beserta istri oleh Polda Metro Jaya. Manifest penumpang Steven bolak-balik Jakarta-Singapura. Serta print out status atau komentar akun facebook dan twitter yang dilaporkan.

‘’Nanti akan kami lampirkan semua bukti-bukti. Beberapa diantaranya seperti KTP, paspor dan lainnya sudah ditunjukkan oleh penyidik Polda Metro Jaya kepada Bapak Gubernur pada pemeriksaan kemarin,” imbuhnya.



loading...

Feeds

Rumah Pensiunan PLN Nyaris Jadi Abu

Informasi yang diperoleh, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap rumah tersebut. Warga yang mengetahui langsung berusaha memadamkan …