Tangan Istrinya Dipegang, Suami Tikam Korban Hingga Tewas

Pelaku saat dimintai keterangan di Polres Nias.
foto : newtapanuli/JPG

Pelaku saat dimintai keterangan di Polres Nias. foto : newtapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, GUNUNGSITOLI-Kasus tewasnya Sabarudin Laowo (25) yang ditemukan di Jalan umum Dusun III, Desa Sisarahili, Kecamatan Sigaeadu, Kabupaten Nias, Senin (17/4/2017) lalu akhirnya terungkap.

Ternyata, korban merupakan korban pembunuhan. Menurut pelaku, ia nekat menghabisi nyawa korban karena istrinya diganggu saat lewat dari lokasi kejadian.

Informasi dihimpun dari kepolisian, pelaku berinisial BZ (39) menyerahkan diri berkat upaya personel Polsek Gido yang membujuk keluarga pelaku.

Kapolsek Gido Iptu Khamzar Gea melalui Ps Paur Humas Polres Nias Aiptu O Daeli, mengatakan awalnya kepolisian kesulitan mengungkap kasus ini karena minimnya saksi dan petunjuk pada peristiwa pembunuhan itu.

“Akan tetapi, berkat kerja keras personel kita, identitas pelaku berhasil diketahui. Dari 13 orang saksi yang diperiksa, terdapat sinkronisasi tentang identitas pelaku dan tertuju kepada BZ,” terang Aiptu O Daeli, seperti dilansir Newtapanuli (grup pajaksumut).

Setelah identitas pelaku diketahui, upaya selanjutnya adalah melakukan pendekatan kepada pihak keluarga pelaku melalui Bhabinkamtibmas Polsek Gido, Aiptu Asa‘ali Lawolo dan Brigadir Nova Trisman Lawolo.

Melalui pendekatan itu akhirnya pelaku menyerahkan diri kepada Bhabinkamtibmas, pada Sabtu (22/4/2017) sekira pukul 17.00 WIB, selanjutnya pelaku digiring ke Polsek Gido.

Di hadapan Kanit Res Polsek Gido Bripka Saat Zebua, BZ mengakui bahwa dialah pelaku pembunuhan terhadap Sabarudin Laowo. Sesuai keterangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pelaku menghabisi korban karena tidak senang dengan prilaku korban yang sering menghubungi istrinya (MN) melalui hp.

Padahal, MN (istri pelaku) sudah mengatakan bahwa dia sudah mempunyai suami dan anak. Sesuai dengan keterangan pelaku kepada penyidik, peristiwa itu berawal pada Senin (17/4/2017) saat pelaku bersama istrinya berangkat ke Pekan Sisarahili dengan berjalan kaki karena tidak begitu jauh dari rumahnya di Desa Olindarawa, Kecamatan Gido, Kabupten Nias, hendak membeli kebutuhan rumah tangga mereka.

Saat itu Istri pelaku berangkat lebih dulu, kemudian BZ menyusul. Di perjalanan, BZ yang berada tidak jauh di belakang istrinya melihat korban menghadang istrinya dengan sepedamotor lalu menarik tangan istrinya.



loading...

Feeds