Bodong, OJK Hentikan Enam Pengelolaan Investasi di Medan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com. MEDAN-Otoritas Jasa Keuangan menghentikan enam kegiatan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi di Medan yang berpotensi merugikan masyarakat alias bodong.

Direktur Pengawasan Lembaga Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut, Mulyanto mengatakan, upaya itu dilakukan melalui Satgas Waspada Investasi yang terdiri dari sejumlah instansi.

“Ada enam yang dihentikan, salah satunya Group Matic 170,” kata Mulyanto kepada wartawan baru-baru ini.

Diutarakannya, secara nasional terdapat 2.772 pengaduan masyarakat terkait aktivitas investasi bodong tersebut dengan nilai kerugian mencapai Rp45 triliun.

Meski pengaduan mengenai investasi bodong itu belum disampaikan secara tertulis di Sumut, tetapi OJK terus melakukan pemantauan dan pengawasan.

Pengawasan itu dilakukan melalui Satgas Waspada Investasi yang beranggotakan OJK, kejaksaan, kepolisian, kominfo, serta koperasi dan UKM yang sistem kerja bersifat koordinasi.

Selain itu, sambung Mulyanto, OJK juga selalu memberikan edukasi dan literasi agar hati-hati dalam melakukan investasi dan lembaga yang melakukan penghimpunan dana.

“Sebagai acuan, setidaknya ada ‘2 L’ yang harus diperhatikan, yakni legal dan logis,” ucapnya.

Dia melanjutkan, masalah legalitas tersebut diperlukan untuk mengetahui eksistensi dan keabsahan perusahan investasi yang menawarkan jasa investasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan masyarakat adalah menghubungi contact center OJK di nomor 1-500-655. Nantinya akan diberikan konfirmasi mengenai lembaga investasi yang dipertanyakan.

“Untuk masalah logis berkaitan dengan imbal hasil yang ditawarkan perusahan tersebut terhadap jumlah investasi yang akan diikuti. Hasil yang didapatkan logis atau tidak, masyarakat harus paham itu,” jelasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds