Pelajar yang Tewas Ditembak Ayahnya Itu Dikenal Berprestasi

Bagas korban tembak ayah kandung.
foto : ist for Rakyat Bengkulu

Bagas korban tembak ayah kandung. foto : ist for Rakyat Bengkulu

POJOKSUMUT.com, KASUS tewasnya Bagas Alfravigo (14), pelajar kelas VIII-H SMP Negeri 2 Kota Bengkulu yang tewas ditembak ayahnya, Aiptu BS, lantaran diduga maling menyisakan duka mendalam.

Tidak hanya keluarga, tapi juga warga sekitar sahabat Bagas juga rekan Aiptu BS. Ini terlihat saat, puluhan pelajar melayat hingga pukul 11.00 WIB kemarin (26/4/2017) ke rumah duka di Sukamerindu.

Usai melayat para siswa tetap kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. kelas VIII-H itu terdapat sebuah kursi kosong. Kursi itu selama ini ditempati Bagas ketika masih hidup.

Siswa-siswa mulai ribut, menjelaskan bangku kosong tengah ini milik Bagas. Memang sejak hari Selasa lalu kosong kursi itu kosong, karena Bagas tidak masuk dengan keterangan sakit. Hingga pada akhirnya para siswa itu mendapat kabar Bagas meninggal dunia.

Lukcy dan Kevin, teman paling akrab Bagas di kelas dan di SMPN 2 Kota Bengkulu. Keduanya mengaku Bagas terakhir dikontak Selasa malam, melalui pesan singkat di Blackberry Messengger (BBM), Bagas mengatakan jika dia sakit dan belum sanggup berangkat ke sekolah.

“Ya, terakhir kontakan dengan Bagas tadi malam. Saya dan Kevin menanyakan kenapa tidak masuk? Bagas menjawab dia sakit. Soalnya kelas kami terasa sepi jika tidak ada bagas dalam kelas,” terang kedua siswa itu kepada Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group).

Lukcy menjelaskan, Bagas pernah bercita-cita menjadi presiden dan terus mau berprestasi di segala bidang. Dalam pergaulannya Bagas sangat santun dan hidup sederhana, tidak sok-sokan meski papanya polisi. “Semangat belajarnya Bagas sangat tinggi. Kami selalu mendukung dia yang bercita-cita mau jadi presiden. Caranya bergaul itu yang kami contohi. Karena dengan cara yang ia pakai, hampir seluruh kenal dengan Bagas,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kelas VIII-H, Harmeni, membenarkan jika Bagas anak yang baik. Berprestasi di bidang olahraga dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

“Belum pernah ada catatan buruk tentang Bagas. Dia anak yang baik dan penurut. Belajar tidak pernah ribut. Bahkan dia berprestasi di bidang olahraga. Main futsal dan bolakaki. Kami benar-benar kehilangan sosok Bagas di SMP ini. Bahkan kami seakan-akan tidak percaya jika Bagas meninggalkan kami semua,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aiptu BS melepaskan tembakan kepada seseorang yang diduga pencuri masuk ke dalam rumahnya yang beralamat di RT 04 RW 05 Jalan Sumatera 5 Kelurahan Sukamerindu Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Pelatuk pistol ditarik saat lampu rumahnya tak menyala. Suara letusan pistol menyalak. Sasaran yang ditembak terkapar. Tapi sayang, sasaran itu bukan pencuri yang dicurigai, melainkan anaknya sendiri, Bagas Alvrarigo (14).

Ketika menghampiri korban, BS panik bukan kepalang, anaknya yang mulai masuk usia remaja terkapar di ruang tamu akibat peluru dari pistolnya sendiri.

Kejadian yang berlangsung pada Rabu dini hari (26/4) sekira pukul 03.30 itu membuat Kanit Provos Polsek Ratu Agung ini panik. Dia berupaya menyelamatkan sang buah hati dengan membawa ke RS Bhayangkara. Tapi sayang, di perjalanan Bagas menghembuskan napas terakhirnya. Tewasnya Bagas setelah dia mengalami luka tembak di bagian lengan kanan dan tembus ke dada.

Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta ketika dikonfirmasi menegaskan, kejadian tersebut adalah sebuah kecelakaan. Dia menyebut Aiptu BS menduga ada pelaku tindak pidana masuk ke dalam rumahnya.

“Ya, inikan kami sudah tahu semua. Dan ini masih dalam penanganan, jadi kami lihat nanti. Yang jelas setelah melakukan penembakan, anggota kami ini sadar ternyata itu anaknya. Dan bersama istrinya langsung membawa korban ke RS Bhayangkara. Selanjutnya dia (BS, red) menyerahkan senjata,” kata Ardian seperti dilansir Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group), Kamis (27/4/2017).

“Keberadaannya sudah diketahui, mungkin saat ini dia sedang menenangkan diri. Namun tetap dalam pengawasan. Setelah pemakaman nanti (kemarin, red) dia akan langsung kita bawa ke Mapolres Bengkulu untuk pemeriksaan,” tandas Kapolres.



loading...

Feeds