Ditjen Rehabilitasi Kemensos Dirikan Aftercare di Sumut

ilustrasi
foto : youtube/Educational Videos for Students Network

ilustrasi foto : youtube/Educational Videos for Students Network

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Direktorat Jenderal (Ditjen) Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Kementerian Sosial (Kemensos) mendirikan Aftercare atau tempat rehab lanjutan bagi korban penyalahgunaan narkoba, di Jalan Tanjung Selamat No. 68, Sunggal, Jumat (28/4/2017).

Pendirian aftercare dengan nama Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Insyaf Medan ini, diresmikan oleh Direktur Ditjen Rehsos Marzuki.

Pada peresmian tersebut, turut hadir Direktur Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Napza Kemensos Budi Waskito dan Kepala Panti Rehabilitasi Insyaf Sumut Sulaiman Sitompul. Selain itu, perwakilan Polda Sumut, TNI, BNN dan masyarakat sekitar.

Marzuki mengungkapkan, penanggulangan terhadap korban penyalahgunaan narkoba tidak hanya sebatas rehabilitasi di panti saja. Sebab, mereka yang menjadi korban kerap kambuh atau kembali mengkonsumsi barang haram itu. Oleh karenanya, untuk mencegah kambuhnya korban penyalahgunaan narkoba perlu rehab lanjutan agar benar-benar pulih.

“Tujuan didirikannya after care ini adalah dimaksudkan agar mereka-mereka yang sudah menjalani rehab di panti dapat mandiri. Artinya, di aftercare tersebut mereka mengembangkan ekonomi kreatif. Misalnya, di bidang perbengkelan dan lain sebagainya,” ungkap Marzuki.

Diutarakannya, kebijakan pihaknya dalam penanganan korban narkoba ini memang berbasis lembaga. Dimana ada panti-panti rehabilitasi untuk mereka. Namun, ke depan kebijakan juga dilakukan berbasis kepada lembaga-lembaga yang ada di masyarakat dengan bekerja sama terhadap Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

“Saat ini, IPWL jumlahnya sudah mencapai 160 lembaga yang ada di seluruh Indonesia. Jumlah IPWL tersebut akan terus berkembang mengingat ternyata populasi korban penyalagunaan narkoba juga meningkat. Karena itu, kita pun berharap IPWL juga mengembangkan seperti after care ini, sehingga teman-teman yang sudah menjalani rehab di panti bisa pulih total dan menjalani kehidupan seperti biasa tanpa narkoba,” papar Marzuki.

Direktur Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Napza Kemensos Budi Waskito menambahkan, program untuk korban penyalahgunaan narkoba beberapa di antaranya yaitu menggunakan pendekatan kelembagaan dan berbasis masyarakat. Artinya, pihaknya tidak hanya fokus sekadar merehab tetapi bagaimana untuk pembinaan lanjutan.



loading...

Feeds