Ingat Klub Sepakbola PSKPS? MA Putuskan Terpidana Korupsinya Dipenjara 4,8 Tahun

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, SIDIMPUAN-Bagi Anda penggemar sepakbola, tentu pernah akrab dengan nama Persatuan Sepakbola Kota Padangsidimpuan (PSKPS). Kini, lama tak terdengar, kabar terbarunya malah datang dari kasus seputar korupsi.

Ini setelah Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan mengeksekusi terhadap satu dari beberapa terpidana kasus korupsi PSKPS, atas putusan MA yang memutuskan terpidana dengan hukuman 4,8 tahun penjara.

Ridoan Ahmad Lubis (45) warga Kelurahan Aek Tampang, mantan bendahara di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padangsidimpuan Tahun 2008 ini pun, pasrah saat pihak Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan memanggilnya dan menyatakan akan melakukan eksekusi dengan menahannya atas putusan MA yang salinanannya baru diterima beberapa waktu lalu.

“Kalau putusannya sudah keluar pada 2015 lalu, namun salinan putusannya kita terima baru-baru ini,” ungkap Kasipidsus Ali Akbar Dasopang, Kamis (27/4/2017).

Kata Dasopang, sekira satu minggu yang lalu setelah salinan putusan MA diterima mereka, Ridoan yang divonis MA selama 4,8 Tahun dipanggil pihaknya.

“Terpidana sangat kooperatif, dan saat kita panggil dia datang lalu kita katakan untuk datang lagi pada hari ini, Kamis (27/4). Dan dia datang tanpa dijemput, lalu siap untuk dilakukan penahanan,” jelasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan melengkapi administrasi, pria yang saat ini bertugas di Dishub Kota Padangsidimpuan pasrah dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Salambue Kota Padangsidimpuan.

“Sebelumnya terpidana divonis 1,6 tahun oleh PN Padangsidimpuan, kemudian melakukan banding dan dimenangkan oleh PT di Medan, lalu jaksa melakukan kasasi dan akhirnya MA memutuskan hukuman 4,8 tahun bagi terpidana,” tukasnya.

Pihaknya juga akan melakukan eksekusi kepada dua terpidana lainnya yang belum turun salinan putusan MA-nya.

Diketahui, korupsi PSKPS, yang sekarang bernama PS Sidimpuan, terjadi pada tahun 2008 tentang adanya pengalihan dana cabang-cabang olahraga ke satu cabang olahraga yakni Sepak Bola (PSKPS) senilai Rp2 miliar dan tahun 2009 senilai Rp700 juta yang dikelola oleh KONI Padangsidimpuan di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga Padangsidimpuan.

Dan, pengalihan tersebut tanpa prosedur dan mekanisme pengelolaan anggaran negara melalui rapat paripurna DPRD Padangsidempuan. Kasus tersebut terkuat dan melibatkan sejumlah pejabat setempat, bakan di antaranya sudah ada yang menjalani hukuman dan bebas. (yza/mt/jpg/nin)



loading...

Feeds

Terjawab Sudah, Semua Demi Pobga

Itu diungkapkan Matic dalam wawancaranya kepada MUTV kemarin. ''Kami saling membantu satu sama lain. Saya bisa katakan, dia (Pogba) bagus …