Polemik Syarat Masuk Unand, Calon Mahasiswa Dilarang LGBT

Formulir masuk Unand

Formulir masuk Unand

POJOKSUMUT.com, KABAR mengejutkan datang dari Universitas Andalas Sumatera Barat yang mewajibkan calon mahasiswa baru mengisi sebuah formulir penerimaan mahasiswa dengan syarat bukan kelompok Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

Kabar ini heboh karena langsung bisa diunduh di laman website Universitas Andalas sebagai syarat mengisi formulir bagi mahasiswa baru. Semula, pada website Universitas Andalas, terdapat pengumuman berjudul “Hasil Seleksi dan Mekanisme Pendaftaran Ulang Calon Mahasiswa yang Lulus SNMPTN 2017”.

Pada syarat keempat mewajibkan mahasiswa untuk mengisi syarat bahwa bukan dalam kelompok LGBT. Namun belakangan setelah menjadi polemik, syarat itu dihapus.

Menanggapi hal ini, pihak kampus masih tutup mulut. Saat JawaPos.com (grup pojoksumut) mencoba melakukan klarifikasi, pihak humas kampus belum bersedia memberikan komentar hal itu.

“Biar Pak Kabiro saja yang bicara, sudah banyak banget wartawan yang telepon saya,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Universitas Andalas Eriyanti, Sabtu (29/4/2017).

Hal senada disampaikan Kabiro Akademik Universitas Andalas, Syafwardi. Dia enggan berkomentar dan meminta media untuk menghubungi langsung sang rektor. “Iya sudah banyak yang menanyakan, biar Pak Rektor langsung yang berbicara. Tunggulah dulu, sabarlah dulu,” tegasnya.

Sementara itu Rektor Universitas Andalas, Tafdil Husni belum angkat bicara atau memberikan pernyataan kepada media. Ponsel Tafdil tidak aktif sejak Sabtu (29/4/2017) siang.

Pun dukungan untuk Rektor Unand atas keberaniaan ini mengalir dari netizen. Di media sosial Twitter, tagar ini sempat menjadi trending topik. Tak sedikit yang memprotes kebijakan ini, namun banyak pula yang mendukung. Tagar #dukungUnandTolakLGBT ramai mengundang reaksi netizen. Apalagi bagi mereka yang memang alumni dan mahasiswa Unand.

Dukungan disuarakan para netizen yang bersikap kontra kepada kaum LGBT. Misalnya akun @Rafiest tertulis “I stand on my almamater”. Kemudian pada akun @junaldi14 tertulis dukungan untuk pihak kampus. Tertulis “Bukan hanya Unand tapi seluruh kehidupan di Sumbar menolak”.

Dukungan terus mengalir dari netizen dengan semangat positif bagi sang rektor. Akun @ParemanBagak berkicau “Yang masih dukung LGBT, apa belum puas laknat dari Tuhan menerpa negeri ini?” Dukungan juga disampaikan akun @Lutfi_hdt yang menggunakan tagar dukungan disertai tulisan “Good Job”. Begitu juga dengan akun @damnoise yang bersuara lantang “LGBT ini penyimpangan dan berbahaya. Sekali lagi, berbahaya!!”



loading...

Feeds