Sebelum Membunuh, Pemuda Ini Bawa Paksa Kekasihnya dari Kampus

Pelaku dan foto kebersamaan keduanya saat berpacaran.
foto : Foto: Kris Samiadji/Sumeks/fb.

Pelaku dan foto kebersamaan keduanya saat berpacaran. foto : Foto: Kris Samiadji/Sumeks/fb.

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Kasus Suryanto alias Kempol (24), mahasiswa yang tega menghabisi nyawa sang pacar, Soniya Priska Pratiwi (19), mahasiswi semester II Universitas Bina Darma, Palembang sangat menggemparkan kampus.

Pasalnya, Sabtu pagi (29/4), sekira pukul 07.30 WIB, korban masih sempat datang ke kampusnya di Universitas Bina Darma, di kawasan Seberang Ulu 2, Palembang. Dia ikut kuis mata kuliah Analisa Proses Bisnis.

Sekira pukul 07.45 WIB, korban chat melalui WhatsApp (WA) dengan sahabatnya, Sela (25). “Kata dia, cowoknya mengikuti dia ke mana-mana, termasuk ke kampus. Soniya bingung mau pulang,” ucap Sela, warga Jl Ki Gede Ing Suro.

Salah satu isi WA kiriman korban “Mati nian aku, dio marah-marah terus dengan aku. Ya Allah, dio nyari aku di setiap lantai. Nasib aku, ya Allah, lindungi aku.”

Menurut Sela, temannya itu kerab cerita kalau dia dan pacarnya sering cekcok. Padahal, keduanya sudah pacaran tujuh tahun, sejak SMP. “Pelaku sering berlaku kasar ke Soniya,” ujarnya.

Mendapat kabar dari temannya itu, sekira pukul 09.30 WIB, Sela bersama ibunya, Kiki (48) datang ke kampus Bina Darma. Mereka naik Go-Car untuk menjemput korban. Soniya rupanya tak mau pulang bersama sang pacar.

Di kampus Jl A Yani itu, mereka bertemu korban dan pelaku. “Kami coba tarik Soniya, tapi pacarnya dorong saya dan mama sampai jatuh,” ucap Sela lagi. Setelah itu, pelaku mencekik leher korban dan membawanya pergi.

Dapat informasi kalau Soniya dibawa ke rumah pelaku, Sela bersama ibunya mengajak ibu korban, Nuryatmi dan bibi korban, Fatimah menyambangi kediaman pelaku.

Tiba di sana, ibu dan bibi korban turun, masuk ke dalam rumah. Sedang Sela dan ibunya menunggu di mobil Go-Car yang berhenti agak jauh. “Lalu kami dengar ibu korban teriak. Waktu kami keluar, lihat Soniya sudah terkapar bersimbah darah,” beber Sela sembari terisak.

Mereka langsung membawa korban ke RS Myria. Tapi, nyawa Soniya tak tertolong. Menurut keterangan bibi korban, Fatimah, awalnya dia hanya berada di pintu depan rumah pelaku. Yang masuk ke dalam rumah adalah ibu korban, Nuryatmi.

“Waktu itu Soniya sudah membawa tas dan menenteng sepatu, mau pulang,” tutur Fatimah. Lalu terjadi cekcok mulut antara Nuryatmi dan pelaku. “Dia ngomong mau menikahi Nia (Soniya). Langsung dijawab ibu Nia. Dia tidak akan merestui, kalau mau melamar datang baik-baik ke rumah,” kata Fatimah.



loading...

Feeds

Terjawab Sudah, Semua Demi Pobga

Itu diungkapkan Matic dalam wawancaranya kepada MUTV kemarin. ''Kami saling membantu satu sama lain. Saya bisa katakan, dia (Pogba) bagus …