Dia Memaksa Anak Saya Balikan, Kalau Tidak Bertindak Nekat

Tangis ayah dan teman-teman korban saat hendak dimakamkan.
foto : Foto: Kris Samiadji/Sumeks/JPG

Tangis ayah dan teman-teman korban saat hendak dimakamkan. foto : Foto: Kris Samiadji/Sumeks/JPG

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Damris (45), ayah almarhum Soniya mahasiswi yang dibunuh pacarnya mengaku tidak punya firasat apa pun kalau putri sulungnya akan terbunuh mengenaskan seperti itu.

“Mereka sudah putus sejak dua tahun lalu,” kata Damris seperti dilansir Sumeks Online (grup pojoksumut).

Namun, enam bulan terakhir, tersangka Kempol diketahuinya sering mengirim pesan singkat (SMS) bernada ancaman kepada putrinya. “Dia (Kempol, red) memaksa anak saya balikan. Kalau tidak, akan bertindak nekat. SMS ancaman itu banyak sekali,” bebernya.

Selama pacaran, dia menilai pelaku tidak punya iktikad baik untuk datang ke rumah. Damris juga menyesalkan ketidakmampuan orang tua pelaku menghentikan kenekatan anak mereka. “Kejadian di depan mata, tapi mereka tidak bisa mencegah,” cetusnya.

Baca Juga : Postingan Terakhir Mahasiswa Pembunuh Kekasihnya di Instagram, Cintanya Berlebihan

Dia juga mempertanyakan standar keamanan di tempat kuliah putrinya. Saat kejadian anaknya diseret paksa pelaku di dalam kampus, tidak ada yang menolong. “Alasannya masalah pribadi. Ada apa ini?” ujarnya.

Sebagai orang tua, dia berharap pelaku dihukum sesuai perbuatannya.



loading...

Feeds