Tak sampai 15 Persen SMP/MTs di Sumut Gelar UNBK

UN berbasis komputer

UN berbasis komputer

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, jumlah SMP/MTs negeri maupun swasta yang mengikuti pelaksanaan UN tahun 2017 mencapai 3.630 sekolah dengan rincian 2.559 SMP & 1.071 MTs. Sedangkan jumlah peserta UN sebanyak 270.801 siswa, 208.759 siswa SMP & 62.042 siswa MTs.

Dari 3.630 SMP/MTs yang mengikuti UN tahun ini, masih didominasi UNKP sebanyak 87,2 persen atau 3.164 sekolah (2.167 SMP & 997 MTs). Sedangkan UNBK hanya 12,8 persen atau 466 sekolah (392 SMP & 74 MTs).

Kepala Disdik Sumut Arsyad Lubis mengakui masih banyak sekolah yang menyelenggarakan UN secara manual. Padahal, kata dia, pihaknya telah mendorong sekolah untuk melaksanakan UN secara online. Bahkan, menjalin kerja sama dengan 9 perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumut sebagai tempat penyelenggara UNBK.

“Walau masih banyak sekolah yang tak UNBK, tetapi secara keseluruhan jumlah sekolah yang UNBK meningkatkan signifikan. Selain tingkat SMK dan SMA/MA, SMP/MTs juga demikian. Untuk SMP/MTs yang mengikuti UNBK tahun ini, jumlahnya lebih meningkat dibanding tahun 2016. Di mana, tahun sebelumnya hanya mencapai 14 sekolah di Sumut,” ujar Arsyad.
Diutarakannya, dalam penyelenggaraan UNBK ini terdapat sejumlah kendala yang dihadapi. Terutama, terkait peralatannya yang harus ada komputer dan ruangan.

“Untuk sementara ini nantinya dalam pelaksanaan akan dilakukan ujian secara bergantian. Misalnya, hari ini sekolah A ujian, dan besok sekolah B yang ujian di tempat yang sama. Itulah salah satu hal yang disiasati agar siswa kita bisa mengikuti UNBK,” kata Arsyad.

Meski kondisinya demikian, menurutnya, dengan UNBK tentu sangat memberi dampak positif. Sebab, tingkat kejujuran dan integritasnya sangat tinggi. Dengan begitu, harapannya tidak ada lagi kebocoran soal ataupun beredar kunci jawaban ujian.

Ia menambahkan, diimbau agar setiap peserta UN menjalankan ujian dengan baik serta menjauh dari praktik kecurangan. Sebab, UN bukan lagi sebagai penentu kelulusan.

“Kita berharap agar PLN mendukung pelaksanaan UN. Kita juga sudah menyampaikan pesan Disdik kabupaten/kota untuk menyurati PLN, dan meminta agar tidak ada pemadaman listrik saat UN berlangsung. Sebab, UNBK sangat tergantung pada kelistrikan,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds