Dianggap Berpakaian Seksi, Remaja 12 Tahun Dikeluarkan dari Turnamen Catur

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, KUALALUMPUR-Kontroversi yang mewarnai kompetisi catur nasional pada akhir pekan lalu menuai kritik pedas politisi Malaysia. Hingga batas waktu berakhir kemarin (2/5/2017), direktur turnamen dan kepala arbiter National Scholastic Chess Championship 2017 belum minta maaf. Karena itu, muncul seruan untuk mengisolasi keduanya.

Semua bermula dari pakaian. Pada Jumat (28/4/2017), panitia kompetisi catur antarsekolah se-Malaysia itu mendiskualifikasi seorang peserta gara-gara rok pendek. Gadis 12 tahun yang hanya diidentifikasi sebagai putri Chin Wai Ling tersebut terpaksa meninggalkan kompetisi yang dihadapi.

Rok garis-garis yang dipakai dianggap kependekan dan terlalu menggoda. Padahal, rok itu hanya sedikit di atas lutut.

”Saya sangat marah dan tersinggung dengan cara panitia memperlakukan pelajar tersebut. Di tengah kompetisi, dia tiba-tiba diminta meninggalkan pertandingan karena pakaiannya dianggap menggoda dan merangsang. Bahkan dari jauh pihak berwenang harus menangkap dua pria dewasa berpikiran mesum itu dan menjauhkan mereka dari para gadis,” ungkap Ketua Wanita Keadilan Zuraida Kamaruddin.

Dalam surat terbukanya, dia menyarankan polisi memenjarakan dua pria yang dianggap bertanggung jawab atas hilangnya kesempatan peserta untuk menjadi juara. Sayang, dia tidak menyebutkan nama direktur turnamen alias ketua panitia dan ketua arbiter kompetisi catur tingkat nasional di Kota Putrajaya tersebut. Sebagai tokoh perempuan sekaligus legislator, Zuraida mengaku prihatin mendengar kejadian itu.

Ketidakadilan yang menimpa putri Chin tersebut kali pertama diungkap Kaushal Khandhar, sang pelatih.

”Anak didik saya sudah menuntaskan ronde pertama. Saat hendak maju ke ronde kedua, ketua panitia menyatakan bahwa dia tidak bisa lanjut jika masih memakai rok yang sama,” katanya. (hep/c16/any/jpg)



loading...

Feeds