Tahun 2018, Pasar Belawan Direvitalisasi

Mendag saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) periode 2017-2022, di aula kampus Universitas Sari Mutiara-Indonesia, Medan, Selasa (2/5/2017).
foto : fir/pojoksumut

Mendag saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) periode 2017-2022, di aula kampus Universitas Sari Mutiara-Indonesia, Medan, Selasa (2/5/2017). foto : fir/pojoksumut

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kementerian Perdagangan tengah memprogramkan pengembangan pasar tradisional. Tak hanya memikirkan persaingan dengan pasar modern dan menentukan kebijakan jarak dua kilo meter, revitalisasi pasar tradisional juga menjadi fokus.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan, kondisi pasar tradisional kini sebagian besar telah kumuh dan tidak layak. Sehingga, timbul pertanyaan apakah kondisi tersebut didiamkan?

Jawabannya, tentu tidak karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri memberi perhatian lebih terhadap pasar tradisional. Artinya, perbaiki semaksimal mungkin dengan segala keterbatasan anggaran yang ada.

“Kami diperintahkan Presiden Jokowi bersama pemerintah daerah untuk melakukan renovasi maupun revitalisasi, terhadap kondisi pasar yang kumuh, jorok, bocor atau tidak layak lagi. Karena, dengan kondisi pasar yang tidak layak lagi, tentunya berdampak terhadap peningkatan ekonomi. Artinya, bagaimana mungkin meningkatkan ekonomi pedagang, sementara kondisi fisik pasar sudah tidak layak lagi,” jelas Mendag saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) periode 2017-2022, di aula kampus Universitas Sari Mutiara-Indonesia, Medan, Selasa (2/5/2017).

Enggar menyebutkan, ketika fisik pasar tradisional sudah direnovasi atau direvitalisasi, pedagang harus menjaga kebersihan dan juga merawatnya.

“Kami tidak mau jika pasar sudah direvitalisasi tapi dalam waktu setahun sudah kumuh. Jadi, tolong rawat kondisi pasar dan anggap seperti rumah kita sendiri karena sebagai tempat untuk menyambung hidup,” ujarnya.

Dia menuturkan, kebijakan dan rencana ke depan terhadap pengembangan pasar tradisional tersebut terdapat di dalam nawacita. Dimana ada 5.000 pasar sampai tahun 2019.

“Untuk tahun 2017 ada hampir 3.000 pasar, namun tahun depan kita kejar menjadi 4.000 pasar dan 2019 5.000 pasar. Namun, tidak semua pasar bisa terjangkau dengan dana APBN, DAK maupun bantuan sehingga kita juga kombinasi dengan APBD. Program ini diprioritaskan kepada pasar Tipe C dan Tipe D di daerah-daerah, dengan anggaran mencapai Rp4 miliar dan Rp6 miliar pada tahun 2017-2018,” tuturnya.

Menurut dia, pasar tradisional atau pasar rakyat mencerminkan budaya dari masyarakat pada umumnya. Dimana di pasar tradisional, dalam transaksi jual beli terjadi adanya tawar menawar.



loading...

Feeds

Rumah Pensiunan PLN Nyaris Jadi Abu

Informasi yang diperoleh, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap rumah tersebut. Warga yang mengetahui langsung berusaha memadamkan …