Bripka DWS dan Bripda AFM Terancam Dipecat dengan Tidak Hormat

Ketiga pelaku pemerkosaan terhadap siswi SMA. Dua diantaranya polisi di Polres Nias.
foto : humas Polda Sumut

Ketiga pelaku pemerkosaan terhadap siswi SMA. Dua diantaranya polisi di Polres Nias. foto : humas Polda Sumut

POJOKSUMUT.com, NIAS-Dua oknum polisi Polres Nias, Bripka DWS (34) dan Bripda AFM (23), resmi ditetapkan tersangka atas kasus pencabulan dan pemerasan yang mereka lakukan terhadap pasangan siswi SMA.
Keduanya juga terancam dipecat jika dalam prosesnya terbukti melakukan pencabulan terhadap korban SZ (16) di Gunungsitoli, Nias.

Waka Polres Nias Kompol Herwansyah Putra menerangkan, peristiwa itu berawal saat dua oknum polisi yang betugas di Satuan Narkoba ini mendapat informasi bahwa di salah satu warnet di Kota Gunungsitoli ada warga yang sedang melinting ganja. Setelah mendatangi warnet, Bripka DWS tidak melihat seperti yang dilaporkan. Namun, dia mendapati sepasang remaja, IPN (16) dan SZ (16), yang berada di warnet.

“Ada warga melinting ganja di warnet namun tidak ditemukan, yang ada malah mengamankan sepasang remaja yang masih belasan tahun sedang mojok di warnet,” ujarnya.

Kedua remaja yang masih duduk di kelas 2 SMA di salah satu sekolah di Gunungsitoli itu kemudian diamankan.

“Pengakuan korban, petugas telah melakukan aksinya di dalam mobil dan dimintai sejumlah uang dengan ancaman memiliki video mesum keduanya,” jelasnya.

“Apakah benar korban telah diperkosa oleh oknum Polres Nias atau tidak. Jika terbukti menyalahi kode etik kepolisian maka pelaku akan berurusan hukum dengan sanksi hukum pemecatan,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting menjelaskan keduanya tersangka dan sejak 3 Mei 2017 sudah dilakukan penahanan oleh Polres Nias dan akan dipindahkan ke Ditkrimum Polda Sumut.

Tak hanya mengamankan dua oknum polisi, petugas juga menangkap warga sipil berinisial ARWH (29) warga Jalan Pelita, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli. ARWH ikut serta mencabuli korban di dalam mobil.

“Masing-masing, Bripka DWS dan Bripda AFM terancam dipecat karena telah mencabuli dan memeras sepasang pelajar berinisial SZ dan IPN). Akibat perbuatannya ini, kedua polisi tersebut ditahan oleh Propam Polres Nias. Saat ini masih ditahan di Propam Polres Nias. Nanti, akan diserahkan ke Propam Polda dan ditahan di Ditkrimum,” imbuh Kombes Rina Sari Ginting.

Rina mengatakan, kedua polisi ini dijerat dengan pasal 81 ayat (1) subsider pasal 82 ayat (1) UU RI No35 tentang perubahan atas UU No23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 368 Jo pasal 55, pasal 56 KUPidana.

“Ancaman hukumannya itu 15 tahun penjara,” ungkap Rina.

Rina menambahkan, ada dua laporan dalam kasus ini, yaitu pemerasan dan pencabulan. Kapolres Nias kemudian membentuk tim dan memeriksa 12 orang saksi.

Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan barang bukti, yakni pakaian yang digunakan korban wanita saat kejadian, satu unit mobil Avanza yang digunakan oknum polisi saat kejadian dan lima unit telepon selular.

“Kesimpulannya, anggota terbukti melakukan kesalahan prosedur dan diperiksa oleh Propam. Dari hasil pemeriksaan saksi, diduga telah terjadi perbuatan cabul dan pemerasan. Sementara dugaan pemerkosaan tidak terbukti. Hal ini dikuatkan oleh keterangan saksi dan hasil pemeriksaan Labfor Cabang Medan,” kata Rina.

Hal senada disampaikan Kabid Propam Polda Sumut Kombes S Lubis. Katanya, Polda Sumut tidak akan main-main dalam menangani kasus ini. “Nanti setelah sidang pidananya selesai, barulah akan kita periksa pelanggaran kode etiknya. Tentu, hukuman terberatnya adalah PTDH (pemecatan tidak dengan hormat),” kata Lubis. (msg/ring/pojoksumut)



loading...

Feeds

Bobby-Kahiyang Bakal Marpangir di Lokasi Ini

Memasuki tenda utama, pelaminan khas Mandailing berdiri megah. Dengan lebar 15 meter dan tinggi empat meter, pelaminan yang didominasi warna …