Karena Saya Sadar, Apa yang Saya Lakukan Itu Sangat Salah

Ferdinand Sinaga
foto : net

Ferdinand Sinaga foto : net

POJOKSUMUT.com, TINDAKAN kasar yang dilakukan striker PSM Makassar Ferdinand Sinaga dan bek kiri PS TNI, M Abduh Lestaluhu mulai disidangkan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI di Kantor PSSI, Grand Rubina, Kuningan Jakarta, kemarin (4/5/2017).

Dalam sidang tersebut, kedua Abduh dan Ferdinand baru dimintai keterangan.

Nah, karena menilai aksi kedua pemain tersebut menodai semangat fairplay, Komdis pun langsung menggelar sidang. Hasilnya, kedua pemain itu sama-sama dihukum larangan bermain di empat pertandingan beruntun. Sejauh ini, Ferdinand sudah menjalani dua kali larangan membela PSM Makassar.

“Hukuman mereka berdua kami samakan karena memiliki kesamaan tingkat kesalahan. Kami perkuat keputusan sela yang sudah kami jatuhkan kepada Ferdinand sebelumnya, sekaligus menjatuhkan sanksi yang sama kepada Abduh. Semoga hukuman ini bisa membuat mereka jera,” kata Asep Edwin, ketua Komdis PSSI setelah sidang tadi malam.

Sementara itu, Ferdinand sendiri mengakui bahwa apa yang dia lakukan tersebut adalah sebuah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. “Saya datang ke sini bukan untuk melakukan pembelaan. Karena saya sadar, apa yang saya lakukan itu sangat salah,” kata Ferdinand. “Saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi,” papar dia.

Ferdinand memang disanksi empat laga setelah sengaja memukul kepala pemain Persela Lamongan, Ivan Carlos di pekan pertama lalu. Sementara Abduh memukul wajah gelandang serang Bhayangkara FC, Thiago Furtuoso saat kedua tim saling berhadapan di Stadion Patriot Bekasi, pekan lalu. Kedua pemain itu langsung diganjar kartu merah.

Abduh mengakui tindakan yang dia lakukan tersebut sangat jauh dari sportivitas dan fairplay. Dengan begitu, pemain asal Ambon, Maluku itu bertekad untuk tidak lagi mengulangi perbutannya tersebut. “Saya juga berharap para pemain lain juga tidak meniru perbuatan saya itu,” kata Abduh.

Abduh terlihat rapih saat menghadiri sidang Komdis di Kantor PSSI, di Grand Rubina, Kuningan, Jakarta Selatan itu. Kemeja berwarna terang plus dengan celana jeans lengkap dengan sepatu pantofel membuat dia terlihat lebih perlente. “Insiden yang terjadi kemarin itu adalah yang terakhir bagi saya,” papar dia. (ben/jpg/nin)



loading...

Feeds