Kisah Kakek 57 Tahun Kepincut Murid SD, Pernikahan Dibatalkan KUA di Hari H

Tampak kakek HK, berdekatan dengan calon istrinya yang masih bocah, ketika didatangi Kepala KUA, Kepala Desa, dan Ketua KPA, untuk digagalkan pernikahannya, Rabu (3/5/2017). (IRWAN/RADAR LOMBOK/JPG)

Tampak kakek HK, berdekatan dengan calon istrinya yang masih bocah, ketika didatangi Kepala KUA, Kepala Desa, dan Ketua KPA, untuk digagalkan pernikahannya, Rabu (3/5/2017). (IRWAN/RADAR LOMBOK/JPG)

POJOKSUMUT.com, PERNIKAHAN beda usia membuat heboh warga Kecamatan Sakra Barat, Lombok. Ini setelah seorang kakek bernama HK (57) tahun, alamat Dusun Pantek, Desa Embung Raje, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), nekat hendak menikahi anak di bawah umur berinisial AI yang masih duduk di bangku kelas 6 Madrasah Ibtida’iyah (setingkat SD, red).

Beruntung, niat kakek peyot itu berhasil digagalkan oleh Kepala KUA Kecamatan Sakra Barat, H. Muhsin, Kepala Desa Rensing Raya, Munawir Haris, dan Ketua KPA Lotim, Serkapudin, yang langsung mendatang rumah, dimana pernikahan itu hendak dilaksanakan di salah satu milik warga di Dusun Bimbi.

Perkenalan bocah berusia 12 tahun dengan kakek ini bermula ketika HK pulang dari Kalimantan, bersama temannya beberapa minggu lalu melalui Bandara International Lombok (BIL). Secara kebetulan bocah ini ikut menjemputnya di BIL.

“Jadi, pada waktu itu saya ketemu (HK) karena ikut menjemputnya di Bandara. Disanalah saya kenal, dan kemudian jatuh cinta, kemudian ingin menikah sama dia (HK),” tutur bocah ingusan ini kepada Radar Lombok, Rabu (5/3).

Meskipun jarak umur antara bocah SD dan kakek ini terbilang cukup jauh. Namun itu tidak membuat sang bocah ingin membatalkan pernikahannya. Sehingga sang kakek tua pun tetap bersikeras menikahi sang bocah yang seumuran dengan cicitnya tersebut. ”Biar dia tua, bagi saya tidak masalah. Saya sudah suka sama dia,” kata Al sambil menunduk.

Sementara itu, HK yang merupakan calon suaminya ini mengatakan, bahwa perkenalannya dengan AI sebenarnya sudah lama. Sehingga ketika masih di Kalimantan Selatan, dia kerap menelpon AI, dan akhirnya memutuskan pulang kampung untuk bertemu.

”Pada saat saya masih di Kalimantan, dia (AI, red) sering menelfon saya, dan menyuruh saya pulang. Sehinga kemudian saya pulang ikut bersama teman, yang kemudian mengajak menikahi anak ini,” akunya.

Diceritakan, puluhan tahun lalu pada zaman Presiden Suharto, HK yang kelahiran Dusun Paten, Desa Embung Raja ini ikut melakukan transmigrasi ke Kalimantan. Sejak transmigrasi hingga saat ini, baru kali pertama dia menginjak kembali Lombok, dengan tujuan untuk mencari istri. “Jadi selama lima tahun saya tidak mempunyai istri. Karena kenal sama anak ini, makanya saya pulang,” jelasnya.



loading...

Feeds