V Kanon, Anak Medan Digaet Warner Music Singapore, Rilis Tujuh Lagu Jepang-Inggris

V Kanon saat temu pers di Medan, Kamis (4/5/2017).
foto : nin/pojoksumut

V Kanon saat temu pers di Medan, Kamis (4/5/2017). foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Dunia hiburan Tanah Air patut bangga karena seorang gadis cantik asal Medan, bernama V Kannon menggebrak kancah musik internasional. V Kanon menambah daftar musisi Indonesia yang berkiprah di manca negara.

Dia berhasil merilis tujuh lagu berbahasa Jepang dan Inggris dengan album Vivid Girl melalui label lisensor ternama dunia, Warner Music Singapore.

Ketujuh lagu tersebut disebar melalui digital store platforms seperti iTunes, Apple Music, Spotify dan media streaming lainnya di seluruh dunia sejak 24 April 2017. Gadis dengan bakat multitalenta ini bukan hanya menciptakan lirik, tapi juga menjadi composer semua lagunya yang membuat Simon Nasser, Managing Director Warner Singapore tertarik menggaet V Kannon.

Ini dimulai saat V-sapaan akrabnya, mempresentasekan talentanya di kantor Warner Singapore. V, sempat kaget bisa diterima, mengingat major label internasional tersebut banyak mengorbitkan musisi ternama dunia, diantaranya Coldplay, Katy Perry, David Foster dan lainnya.

Simon menerima V lantaran karateristik vocal yang unik, pintar mengarang lirik, juga karena kemampuannya dengan empat bahasa. Selain Indonesia, Jepang, Inggris dan Mandarin.

Dari ketujuh lagu yang disebar saat ini, memang tak ada lagu Indonesia, yaitu diantaranya Soba ni ite, Nakushita, Anata no Tame ni, Feeling, ViVid Girl. Ini menjadi tantangan buat V yang selama ini memang kuliah di Singapura. Gadis 22 tahun ini mengaku tak membuat lagu dalam Bahasa Indonesia karena memang targetnya Go Internasional.

“Goal (target) saya itu Go International. Untuk saat ini memang belum ada rencana untuk buat lagu Bahasa Indonesia, mungkin nanti,” ujarnya, di Medan, Kamis (4/5/2017) sore.

Dalam pembuatan lagu V Kanon mengaku  terinspirasi dengan kehidupan pribadi dan sekelilingnya. “Lagunya memang tentang cinta, jadi inspirasinya dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi,” ungkapnya.

V mengaku senang bisa merealisasikan mimpinya di label ternama. Meski diakuinya harus berjuang selama dua tahun dalam pembuatan tujuh lagu tersebut.

“Ada beberapa kendala, mulai dari bahasa, waktu. Karena saya syutingnya enggak di Indonesia. Tapi akhirnya selesai, semoga bisa diterima publik,” jelasnya.

Ketertarikan V dengan Jepang memang bukan tanpa sebab. Dia juga dikenal sebagai cosplayer, model iklan, artis FTV juga host. “Saya suka menghibur orang. Cosplay lebih kepada hobi. Tapi tobe a singer is my dream,” tegasnya.

 

Saat ini, per lagu milik V yang tersebar di digital store sudah dinikmati dan dihargai sekira Rp7 ribu di Indonesia, 6,9 Pounsterling (Rp100 ribu) di Inggris, 250 Yen di Jepang atau sekira Rp30 ribu, juga 1,6 dollar Australia atau sekira Rp16 ribu.

“Saat ini memang lebih promosi digital. Tapi album dalam bentuk CD sudah ada, tinggal diluncurkan. Nanti itu pihak label yang putuskan waktunya,” ujar gadis yang menamatkan S1nya di Singapura pada usia 19 tahun ini.

 

V Kanon dan Hansen Teo
foto : nin/pojoksumut

Sementara itu, Hansen Teo, ayah V menambahkan sebagai orang tua tak pernah memaksakan putrinya tumbuh sebagai pemusik. Meski Hansen sendiri dikenal sebagai produser ternama dari Medan dia tak ikut andil dalam projek putrinya ini.

Hansen Teo selama ini sukses  memunculkan band seperti Radja, Kangen Band.

“V ini putri tunggal saya, tapi saya dan ibunya tidak memaksanya. Memang dia suka musik, dan bisa beberapa alat musik. Ibunya seorang pianis. Tapi membebaskan V mau seperti apa,” jelasnya.
Selain itu, beberapa waku ke depan, V akan berkolaborasi dengan Vicky Sianipar, musisi Batak yang juga multitalenta. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds