Pengakuan Tahanan : Satu Kamar 30 Orang, Kami Kayak Binatang, Semua Pakai Uang

Warga menangkap tahanan yang kabur dari rutan selesai Shalat Jumat, (5/5/2017).
foto : ist

Warga menangkap tahanan yang kabur dari rutan selesai Shalat Jumat, (5/5/2017). foto : ist

POJOKSUMUT.com, RIAU-Kerusuhan di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau yang terjadi pada Jumat (5/5/2017) memang sangat sulit untuk dikendalikan. Aparat gabungan yang dikerahkan pun kesulitan menenangkan para warga binaan di rutan itu.

Bahkan para warga binaan pun melakukan perlawanan dengan menyandera kepala rutan, memukuli pintu gerbang, melempari batu ke arah luar rutan. Kondisi pun benar-benar sulit diatur.

Sehingga agar suasana tidak meluas ke luar, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo menggunakan drone untuk melihat kondisi di dalam rutan. Pukul 14.43 WIB dari pantauan drone Kasat Reskrim, dua sisi gerbang sepi, tak tampak kumpulan massa tahanan.

Sementara, tak berselang lama pukul 15.00 WIB dari pantauan drone humas Polda Riau napi banyak berkumpul di jalan bagian tengah dalam rutan. Tampak pula gerbang dalam terbuka tanpa adanya petugas. “Mereka semua itu,” kata salah seorang petugas di luar.

Nanang, salah seorang tahanan yang berhasil ditangkap kembali mengatakan, fakta miris. “Kami satu kamar 30 orang, kami kayak binatang. Apa-apa semua pakai uang. Petugas lapas makan enak,” keluhnya seperti dilansir Riau Pos (grup pojoksumut).

Memang, sejauh ini ada dugaan kuat ada ketidakberesan di balik peristiwa ini. Kendati 149 orang sempat diringkus petugas, sisanya masih dalam pengejaran. Kerusuhan ini menjadi peristiwa terbesar di sepanjang 2017 di lingkungan Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Informasi yang dihimpun Riau Pos, banyak masalah ketidakberesan di Rutan Sialang Bungkuk selama ini. Semua itu sangat merugikan para warga binaan.

Saat ini, Rutan Sialang Bungkuk dihuni oleh 1.870 orang. Dengan rincian 910 orang tahanan dan 960 orang narapidana (napi). Kejadian kaburnya para tahanan di rutan tersebut, berawal dari kerusuhan di salah satu kamar di Blok C yang berisi 100 orang tahanan laki-laki.

Petugas Kepala Jaga Rutan berinisial WR disebut melerai perkelahian dan bertikai dengan salah satu penghuni blok C. Aksinya ini menyulut amarah para napi sehingga terjadinya pengrusakan pintu dan gembok di samping sebelah kanan.



loading...

Feeds

UISU Menuju Research University

"Langkah itu, merupakan upaya konkrit dalam mencapai target UISU dari teaching university menjadi research university. Oleh karena itu, diharapkan terjadi …