Kerja Sosial Solusi Over Kapasitas di Lapas

Ilustrasi
foto : radarbogor

Ilustrasi foto : radarbogor

Saat ini Kepala Rutan Pekanbaru Teguh Triatmanto ditarik ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Riau. Keputusan itu juga berlaku bagi dua petugas rutan yang ditengarai melakukan indikasi pungutan liar (pungli) terhadap para penghuni dan keluarga napi serta tahanan yang berkunjung. “Semuanya ditarik ke Kanwil (Kemenkumham) Riau,” ucapnya.

Hasil pemeriksaan di rutan kelas II-B di Jalan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, itu, penyebab kerusuhan yang berujung kaburnya ratusan tahanan dan napi tersebut adalah ulah petugas rutan. Mereka terindikasi melakukan pungli. Modusnya, memaksa para penghuni masuk ruang sempit agar mau membayar.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Polri masih berupaya menangkap napi dan tahanan yang kabur. Sebagai antisipasi, dilakukan penjagaan di pelabuhan-pelabuhan agar napi tidak keluar melalui berbagai pelabuhan tikus. “Semua dijaga,” ujarnya.

Terkait teknis penjagaannya, Tito tidak bisa menyebutkan. Yang pasti, Polri mengedepankan hasil. “Kami berupaya menangkap semua narapidana yang kabur,” tegas mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto menambahkan, di antara 442 napi dan tahanan yang kabur, 243 orang telah tertangkap dan menyerahkan diri. “Saat ini tersisa 199 napi dan tahanan yang masih kabur,” sebutnya.

Menurut Rikwanto, penyisiran terhadap semua napi tersebut terus dilakukan. Targetnya, secepatnya semua napi bisa tertangkap. “Kami berupaya maksimal. Polda telah mengerahkan lebih dari 300 personel untuk mencari semua napi dan tahanan itu,” ungkapnya.(tyo/idr/gun/c9/owi/JPG/nin)



loading...

Feeds